5 Ags 2017 03:05 | 37

Indonesia Impor Garam 75.000 Ton dari Australia

Indonesia Impor Garam 75.000 Ton dari Australia

Kaganga.com - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mau tidak mau harus impor garam sebanyak 75.000 ton dari Australia. Alasan kenapa impor garam dari Australia adalah karena jarak tempuhnya yang relatif singkat, sehingga mempercepat garam sampai di Indonesia.

"Kita semua berharap ke depannya Indonesia dapat swasembada garam, dan menjadi negara yang berdikari," ungkap Enggar melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/8/2017).

Menurutnya, inilah momentum yang tepat untuk membenahi kebijakan pergaraman Indonesia. Termasuk tata kelembagaannya, siapa melakukan apa, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, PT Garam, dan pihak lain yang terlibat. Karena su dah waktunya ego sektoral ditanggalkan dan bekerja bersama untuk membuat perubahan.

Sementara itu, Ekonom UI Berly Martawardaya mengatakan, turunnya produksi garam tetapi permintaannya tetap yang membuat harga garam melonjak. Menurutnya impor merupakan solusi jangka pendek yang harus dijadikan target untuk membuat kebijakan yang sistematis untuk meningkatkan produksi untuk 2 sampai 3 tahun ke depan.

“Produksi turun. Demand tetap, sehingga harga naik. Solusi jangka pendek ya impor tapi harus jadi target kebijakan sistematis untuk tingkatkan kapasitas produksi dalam 2-3 tahun ke depan,” jelasnya. Untuk dapat mendongkrak jumlah produksi garam diperlukan kebijakan sistematis yang dapat meningkatkan teknologi dan manajemen yang baik.
Menurut Berly, lokasi tempat produksi juga perlu diperhatikan, jika tempat produksi jauh dari lokasi pembeli, harga jual akan mahal, karena biaya transport jauh. “Kalau produksi jauh dari lokasi pembeli, maka biaya transport jadi mahal harga jual,” katanya.

Selain itu, Ekonom Indef Bhima Yudhistira menjelaskan, menurutnya pemerintah sebenarnya sudah memiliki program untuk petani garam, yakni program Pengembangan Usaha Garam Rakyat (PUGAR). Namun, implementasinya tidak berjalan maksimal. "Ini tapi enggak jalan, realisasi bantuan tidak pernah mencapai 100%, target produksi garam dari PUGAR hanya 51,4% dari target. Jadi, programnya sudah ada, tetapi tidak serius diawasi pemerintah," pungkasnya.

Penulis : Roy JM
Editor : Roy JM

Tag : Garam

Komentar