20 Des 2021 17:20

Inflasi Tahunan Meningkat, Bank Indonesia Catat Inflasi Sumsel 2021 Sebesar 1,98 Persen

Inflasi Tahunan Meningkat, Bank Indonesia Catat Inflasi Sumsel 2021 Sebesar 1,98 Persen

Kaganga.com,Palembang - Bank Indonesia wilayah Sumatra Selatan (BI Sumsel) mencatat angka realisasi inflasi tahunan mendapati persentase lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional tahun 2021. Yakni inflasi Sumsel tercatat sebesar 1,98 persen secara year on year (yoy).

"Sedangkan nasional hanya 1,75 persen (yoy)," kata Kepala Perwakilan BI Sumsel Hari Widodo dalam kegiatan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sumsel, Senin (20/12/2021).

Kendati inflasi Sumsel tahun ini melebihi angka nasional, secara menyeluruh persentase tersebut masih tergolong dalam kisaran yang rendah. Hal itu turut dipengaruhi kondisi ekonomi wilayah yang belum pulih akibat pandemik COVID-19.

"Maka itu untuk mengendalikan inflasi dibutuhkan strategi 4K atau Ketersediaan pasokan, Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif," katanya

Selain menggerakan strategi 4K dalam mengendalikan inflasi daerah, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel diminta untuk mengantisipasi kesiapan peningkatan permintaan kebutuhan bahan pangan atau bahan pokok selama momen Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).

"Termasuk menjaga ketersediaan pasokan pangan dan suplai komoditas pangan yang ada di Sumsel dalam kondisi aman," bebernya 

Sementara untuk prediksi inflasi tahun depan, BI Sumsel menilai beberapa komoditas berpotensi meningkatkan angka inflasi 2022. Yakni komoditas pangan seperti cabai merah dan telur ayam ras. Sedangkan perkiraan inflasi 2022 berada pada rentang target 1-3 persen year on year.

"Target peningkatan inflasi didorong pulihnya aktivitas masyarakat di tengah perluasan dan percepatan program vaksinasi, percepatan pembangunan infrastruktur, serta kenaikan harga komoditas global," pungkasnya 

Penulis : Ines Alkourni

Tag : Bank Indonesia

Komentar