27 Sep 2019 16:05

Pertumbuhan Entrepeneur di Sumsel Kian Meningkat

Pertumbuhan Entrepeneur di Sumsel Kian Meningkat

Kaganga.com, Palembang - Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengungkapkan dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) sudah menjadi salah satu daerah yang memiliki tingkat Sektor Jasa Keungan (SJK) yang cukup tinggi yakni dengan inovasi pinjam meminjam (Fintech P2P Lending) total keseluruhan sebesar Rp49,8 triliun. 

Sementara dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Sumsel 2018 mencapai 6,04 persen. Angka tersebut lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,17 persen. Pertumbuhan ekonomi yang positif tersebut didorong oleh tumbuhnya wirausaha di berbagai daerah.  

Wimboh mengatakan total Fintech P2P Lending tersebut berasal dari akumulasi pinjaman. Seluruh Indonesia Rp49,8 triliun. Sumsel hingga caturwulan pertama tahun ini terakumulasi jumlah pinjaman daring sebesar Rp33,2 triliun dengan jumlah outstanding sebesar Rp7,79 triliun.  

"Sementara untuk jumlah debitur seluruh yakni Rp 11,4 triliun," katanya saat paparan Deklarasi Wirausaha muda di Golden Sriwijaya Ballroom, Jumat (27/09/2019). 

Faktor pertumbuhan SJK ekonomi secara global dipengaruhi melalui kontrtributor terhadap ekonomi baru dalam mendorong proyek menjadi prioritas. Mewujudkan SJK yang inklusif dalam menciptakan ekosistem dan pembiayaan termasuk mendorong UMKM agar terprovokasi dari enterpeneur muda. 

"Berdasarkan dukungan dari kawasan industri kecil, kawasan ekonomi khusus, kawasan wisata, pertanian dan perikanan. Serta peluang besar bagi entrepreneurship dalam membangun value chain juga memperluas akses keungan dengan menguatkan pengawasan market produk," ujarnya. 

Menurut data, pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki target Inklusi 59,7% pada 2013, tahun 2016 (66,8%) dan tahun 2019 (75,0%). Sementara angka literasi yakni 21,8% pada 2013,  29,7% di tahun 2016 dan sebesar 35,0% untuk tahun 2019. 

Dalam dua tahun terakhir, OJK terus mendorong usaha jasa sektor keuangan, baik perbankan, asuransi dan pasar modal agar bisa memenuhi pembiayaan yang diperlukan pengusaha sehinnga bisa menyerap tenaga kerja. 

"Harapannya, pertumbuhan ekonomi tumbuh, pendapatan pajak naik dan pengangguran berkurang. Kita mengarahkan program kerja ke arah sana. Kami yakin pembiayaan bisa tumbuh bahkan hingga dua digit," tambahnya. 

Sementara, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Hafisz Tohir mengatakan pertumbuhan ekonomi di Sumsel patut disyukuri. Sebab, di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia, Sumsel dan Indonesia mampu menunjukkan ketahanan dari terpaan krisis. Kondisi tersebut disebabkan adanya pertumbuhan wirausaha baru. Di Sumsel pertumbuhan wirausahanya sudah lebih baik dari nasional. 

“Saya gembira karena kita sudah diatas rata-rata nasional dan semangat untuk menjadi wirausaha cukup besar. Namun, secara struktural, penyebaran entrepreneur belum merata. Ada penumpukan di beberapa daerah. Sehingga ada daerah lain yang kosong dan juga ada yang padat. Ini yang harus ditumbuhkembangkan sehingga penyebarannya bisa masuk ke basis yang memang diperlukan,” kata Hafisz usai Deklarasi.  

Tanpa entrepreneur yang kuat, sambung Hafisz, perekonomian negara akan cepat sekali dimasuki kekuatan dari luar. Seperti yang terjadi saat ini bagaimana kekuatan global sedang menekan ekonomi negara.

“Kita harus menggunakan baju produksi luar negeri. Karena cost produksi kita sangat kalah dari luar. Sebab, Cina melakukan dumping yang membuat barang dari kita tidak bisa bersaing karena harganya jauh lebih murah,” terangnya. 

Untuk itu,wirausaha harus dibina dan dididik agar menghasilkan barang dengan biaya produksi produksi seefisien mungkin. Hal itu lebih baik ketimbang pengusaha hanya menjadi penjual barang-barang murah tersebut. “Kita harus mulai membangun pengusaha,” bebernya. 

Hafisz menerangkan dari sisi regulasi, system keuangan terus didorong agar menghasilkan entrepreneur baru. Bahkan, pertumbuhan wirausaha bisa mencapai 2,5 persen dari jumlah penduduk setiap tahunnya. Salah satu caranya dengan memperluas pemberian kredit kepada wirausaha baru.

Sebab, berdasarkan data yang disampaikan OJK, penyaluran kredit hanya terpusat ke pengusaha lama. Sehingga dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi tidak begitu signifikan. 

“Harapannya, dengan adanya sosialisasi mengenai wirausaha, dapat meningkatkan pertumbuhan pengusaha baru di daerah yang bisa memaksimalkan potensi sumber daya yang ada,” pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Niaga Palembang

Komentar