8 Apr 2018 18:35 | 39

Setelah Gulung Tikar di Asia Tenggara, Uber Makin Tersaingi di Eropa

Setelah Gulung Tikar di Asia Tenggara, Uber Makin Tersaingi di Eropa

Kaganga.com, Palembang - Setelah kalah bersaing di pasar Asia Tenggara, Uber menghadapi sejumlah tantangan di sejumlah negara di benua Eropa yang dapat mengancam keberlangsungan operasionalnya di sana.

Uber secara resmi mengumumkan untuk menangguhkan layanannya di Yunani. Hal tersebut dilakukan setelah disetujuinya undang-undang baru di negara tersebut yang berakibat pada lebih ketatnya regulasi di sektor transportasi, khususnya berbasis online.

"Regulasi baru telah disetujui dengan ketentuan yang berdampak pada layanan berbagi tumpangan. Kami harus mengevaluasi apakah kami bisa beroperasi dengan kerangka kerja semacam ini, dan jika bisa, bagaimana caranya," demikian pernyataan Uber dikutip dari Reuters,Minggu (8/4).

Di Yunani, perusahaan yang berbasis di San Fransisco, AS ini menyediakan dua layanan yaitu UberX dan UberTAXI, yang hanya tersedia di Athena. Pihak Uber mengungkapkan, mereka akan menangguhkan layanan UberX pada pekan depan sampai mereka dapat menemukan solusi terbaik dalam menanggapi undang-undang baru tersebut.

Regulasi baru yang terdapat dalam undang-undang tersebut menyebutkan bahwa setiap perjalanan harus dimulai dan/atau diakhiri di area parkir atau kantor pusat mitra Uber, seperti penyedia jasa penyewaan mobil dan agensi perjalanan. Hal semacam ini pun belum diaplikasikan oleh perusahaan yang dipimpin oleh Dara Khosrowshahi tersebut

Selain itu, sebuah sistem semacam registrasi digital pun akan dirancang bagi seluruh platform ride sharing beserta para penumpangnya, dengan ketentuan yang tidak disebutkan lebih lanjut.

Dibekukannya layanan Uber di Athena membuat sekitar 450 ribu penggunanya tidak dapat menikmati tumpangan dari perusahaan tersebut untuk sementara waktu.

Sementara itu, di London, Inggris, Uber dihadang dua saingan baru yaitu ViaVan dan Wheely. Nama yang disebutkan pertama merupakan sebuah joint venture antara Mercedes-Benz dan Via, start up asal New York penyedia layanan berbagi tumpangan menggunakan minivan.

ViaVan dianggap sebagai perpaduan antara layanan UberPool dengan transportasi konvensional seperti bus. Meski menawarkan aplikasi dengan penentuan titik berangkat dan tujuan, ViaVan cenderung mengarahkan user untuk pergi ke posisi terdekat yang sudah ditentukan dibandingkan mengarahkan kendaraan langsung ke penggunanya.

Saat ini, ViaVan, yang aplikasinya sudah ada di iOS dan Android, baru aktif di London Pusat dan sekitarnya. Selain di Ibu Kota Inggris, ViaVan sudah tersedia di Amsterdam sejak bulan lalu, dengan rencana untuk melebarkan sayapnya ke Berlin, Jerman dalam waktu dekat.

Di samping firma patungan dari Mercedes-Benz dan Via, Uber juga mendapat tantangan dari Wheely, layanan berbagi tumpangan yang sejatinya sudah menarik diri dari London lima tahun lalu.

Jika ViaVan fokus pada sistem layaknya bus konvensional, Wheely akan merambah sektor premium. Hal tersebut ditunjukkan dengan tersedianya mobil mewah seperti Maybach, sub-brand dari Mercedes-Benz, dalam layanan tersebut.

Selain itu, founder Wheely, Anton Chirkunov, siap menggelontorkan dana sebesar GBP 20.000 (Rp 387 juta) setiap minggunya sebagai insentif bagi para mitra pengemudi yang mau bergabung dengan layanan berbagi tumpangan tersebut. Tidak hanya itu, strategi pemasaran dari Wheely pun ditaksir memakan biaya GBP 100.000 (Rp 1,9 miliar) per bulan.

Kedatangan dua pesaing baru ini pun akan membuat langkah Uber di London semakin berat. Hal ini dikarenakan perusahaan yang dirintis oleh Travis Kalanick tersebut juga tengah menunggu keputusan pengadilan pada Juni mendatang perihal pembaruan lisensi mereka yang sempat ditolak oleh Transport for London, lembaga yang mengatur sistem transportasi setempat.

Jika lisensinya benar-benar tidak diperpanjang, maka Uber harus siap-siap kehilangan salah satu pasar terbesarnya di Eropa dengan 3,5 juta pengguna dan tak kurang dari 50 ribu pengemudi di dalamnya.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Uber Taxi

Komentar