1 Mar 2017 15:06 | 63

Tekan Inflasi, Pemkab OKI Kembangkan Cabai 

Tekan Inflasi, Pemkab OKI Kembangkan Cabai 

Kaganga.com, Kayuagung - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir melalui Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, memastikan pasokan cabai untuk wilayah OKI akan aman.

Hal tersebut bukanlah isapan jempol belaka, pasalnya saat ini Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI sedang melakukan pengembangan tanaman cabai di sejumlah daerah di OKI.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, dan Hortikultura Kabupaten OKI, Syarifuddin mengatakan, dengan dikembangkannya tanaman cabai disejumlah daerah di OKI, paling tidak bisa memenuhi kebutuhan lokal sedikitnya 40 persen.

Untuk itu, pihaknya terus memaksimalkan pengembangan cabai diwilayah OKI. “Saat ini sejumlah kebun di beberapa daerah di OKI masih produksi, jadi untuk sementara kebutuhan cabai di OKI masih amanlah,” ungkap Syarifuddin.

Ditambahkan Syarifuddin, beberapa waktu lalu, pihaknya bekerjasama dengan Bank Indonesia perwakilan Sumatera Selatan untuk pengembangan cabai di tiga desa diwilayah OKI. Ketiga desa tersebut yakni Desa Pedu dan Desa Simpang Empat Kecamatan Jejawi, serta Desa Muara Burnai 1 Kecamatan Lempuing Jaya.

“Ada sekitar 1000 hektare kita tanam cabai. Kegiatan ini merupakan salah satu langkah untuk mengendalikan inflasi daerah, khususnya untuk wilayah OKI,” terang dia.

Menurut Syarifuddin, Kecamatan Jejawi akan dijadikan sentra untuk pengembangan cabai. Pada 2016 lalu, khusus Kecamatan Jejawi terdapat 582 hektar lahan tanaman cabai dengan luasan lahan panen 520 hektare serta produksi sebanyak 19.240 kuintal.

“Tahun ini kita mendapatkan kesempatan kembali untuk pengembangan cabai disejumlah wilayah dengan luasan 20 hektare. Meskipun luasan ini berkurang dari tahun lalu yang mencapai 30 hektare lahan, namun ini tidak menjadi kendala bagi kami,” tegas Syarifuddin.   

Adapun daerah-daerah di OKI yang akan dijadikan sentra cabai, antara lain Lempuing, Pedamaran, dan Kayuagung. Namun, Syarifuddin memastikan, seluruh daerah di OKI dimungkinkan untuk dijadikan sentra cabai. Pasalnya, saat ini sejumlah daerah tersebut telah melakukan pengembangan tanaman cabai.

“Kita ingin mekanisme penanaman cabai di seluruh daerah di OKI diatur sedemikian rupa, sehingga paling tidak setiap hari petani cabai panen dan bisa memenuhi kebutuhan warga OKI akan cabai. Insyaallah, akhir Maret ini kita sudah bisa melaksanakan program ini dengan skala luas,” pungkasnya.

Untuk diketahui, saat ini harga cabai merah keriting di Pasar Kayuagung kembali mengalami kenaikan yakni mencapai Rp 60 ribu per kilogram. Padahal, pekan lalu, harga cabai hanya Rp 45 ribu per kilogramnya.

Hal tersebut diprediksi akibat terjadinya banjir di sejumlah daerah di Pulau Jawa yang mengakibatkan distribusi cabai ke wilayah Sumatera menjadi terkendala. Alhasil, harga cabai pun ikut-ikutan melonjak.

Penulis : Faetya Taba

Tag : Cabai OKI

Komentar