3 Nov 2020 10:20

UMKM di Palembang Segera dapat Bantuan Pinjaman Modal BPR dan Bantuan Presiden

UMKM di Palembang Segera dapat Bantuan Pinjaman Modal BPR dan Bantuan Presiden

Kaganga.com, Palembang -  30 ribu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Palembang terkena dampak penurunan produktivitas dan pelemahan ekonomi termasuk kebutuhan modal usaha yang tak tercukupi. Hal ini terdampak dari virus Pandemi yang tak kunjung selesai di Indonesia . 

Menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (DKU) Kota Palembang, Ana Heriana melalui Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Juanaria, semua UMKM baik skala kecil maupun besar mengalami penurunan omzet bahkan ada yang tidak mendapatkan pemasukan selama beberapa bulan belakangan. 

"Pendataan 2019, pelaku UMKM ada 37.902 dari berbagai sektor kuliner, kerajinan, fashion, dan jasa. Semua kena dampak, tetapi untuk jumlah pasti kita belum mendata rinci, yang jelas semua UMKM di bawah naungan kita (DKU) merasakan (dampak)," katanya, Selasa (03/11/2020). 

Menurutnya, alasan utama UMKM di Palembang berdampak lantaran konsumen takut untuk mengonsumsi produk dagangan serta tidak adanya even yang berlangsung, akibat ada pembatasan di awal pandemik COVID-19. 

"Even di Palembang yang kosong, berkurangnya acara-acara, sehingga produk yang dihasilkan dan harusnya bisa menjadi rupiah itu sangat minim," terangnya  

Memasuki kehidupan normal baru saat ini, pihaknya mengambil langkah untuk memfasilitasi kebutuhan UMKM dengan mendistribusikan bantuan langsung dari pemerintah pusat untuk UMKM yang berhak menerima sesuai persyaratan. 

"Ini supaya UMKM bangkit, penyaluran kita awasi meski lewat pengiriman perbankan ke rekening masing-masing. Palembang ada sekitar 12.202 UMKM mendapatkan jatah bantuan sebesar Rp2,4 juta. Mereka yang benar-benar butuh, secara detail  yang tahu pihak bank penyalur," jelasnya. 

Tidak saja bantuan dari Presiden, bagi UMKM terdampak juga menerima keringanan pinjaman modal tanpa bunga dan agunan yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kerja sama PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR).  "Tahun ini ditarget 4000 UMKM, tahun lalu terealisasi 4.020," tambahnya 

Setiap pedagang atau UMKM mendapatkan pinajaman masing-masing Rp3 juta dan persoalan biaya bunga disubsidi oleh Pemkot Palembang. Sehingga UMKM dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain dengan usaha tersebut. 

Bagi UMKM yang ingin mengajukan pinjaman ke BPR, daftar langsung ke kelurahan, kecamatan, dan Dinas Koperasi. Nantinya BPR bakal melakukan survey. Kemudian bank menentukan, apakah diterima. Meskipun mereka tidak memiliki BI checking tidak ada masalah. 

"Ada semua syaratnya tinggal pengajuan, dengan tetap berproses, persiapkan saja dan jangan takut untuk sharing ke kami (Dinas Koperasi dan UMKM),"pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : UMKM Sumsel

Komentar