10 Okt 2018 14:35

Bantu korban di Palu, SFC Beli Jersey milik Ferry Rotinsulu

Bantu korban di Palu, SFC Beli Jersey milik Ferry Rotinsulu

Kaganga.com,Palembang - Manajemen Sriwijaya FC membeli jersey milik mantan kiper klub tersebut Ferry Rotinsulu yang didedikasikan untuk membantu korban gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah.

Legendaris Sriwijaya FC hadir secara langsung menyerahkan jersey kesayangannya ke manajemen Sriwijaya FC yang diwakili Sekretaris PT SOM Faisal Musyid dan Asisten Manager Tim Ahmad Haris di Palembang, Rabu.

"Perhatian Sriwijaya FC ini sebagai ikatan batin kami dengan Ferry. Bagaimanapun, Ferry Rotinsulu tidak bisa dipisahkan dari sejarah Sriwijaya FC. Saat ini dia sedang tertimpa musibah, rumah keluarganya banyak yang rubuh, tentunya ini mengundang keprihatinan klub," kata Faisal Mursyid.

Bantuan ini merupakan uluran tangan dari Presiden Klub Dodi Reza Alex dan Direktur Utama Muddai Madang.

Dalam pertemuan tersebut, Ferry menyerahkan selembar jersey kesayangannya berwarna hijau yang dipakainya saat beseragam Sriwijaya FC selama 10 musim. Sebelumnya Ferry melepas enam buah jersey yang empat diantaranya sudah terjual dengan nilai nominal beragam. Ferry mengatakan dirinya juga akan ikut serta pada kegiatan amal di Palembang Icon Mall, Minggu (14/10/2010) sebelum kembali ke Palu karena masih memiliki dua jersey lagi yang akan dilelang.

Menurutnya,bukan perkara nominal uang yang bisa didapatkan dari pelelangan jersey miliknya itu tapi keiklasan dari berbagai pihak untuk membantu korban bencana alam di Sulteng.
"Saat musibah terjadi, saya berniat untuk turut membantu dengan cara melelang jersey. Bagi saya, jersey-jersey ini memiliki nilai historis yang luar biasa, tapi tidak apa, ini sudah niat saya demi membantu para korban," pungkas Mantan Kiper SFC ini

Ferry mengaku, ketika bencana yang terjadi di Palu (28/09/2018) saat itu ia sedang berada di Desa Salombone, Kecamatan Labuan, Kabupaten Donggala untuk persiapan menghadiri acara doa untuk ibunda tercinta yang telah meninggal kurang lebih satu pekan. Ferry melihat dan merasakan langsung bagaimana gempa memporak-porandakan kampung halamannya.

"Saat kejadian saya sedang mandi, saya hanya bisa berdiam diri dan pasrah saja. Pintu tidak bisa dibuka, karena rusak. Kalau teringat, saya benar-benar masih trauma, bahkan hingga kini," pungkasnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Ferry Rotinsulu SFC Palu Donggala

Komentar