16 Mei 2020 21:00

Gelar 33 Cabor Pada Porprov XIII Oku, Atlet Nasional Tidak Boleh Ikut

Gelar 33 Cabor Pada Porprov XIII Oku, Atlet Nasional Tidak Boleh Ikut

Kaganga.com,Palembang - Sebanyak 33 cabang olahraga (Cabor) akan dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Provinsi) XIII
Ogan Komering Ulu (OKU) Raya tahun 2021. Olahraga dua tahunan ini akan digelar di tiga kabupaten, yakni Kabupaten OKU, Kabupaten OKU Timur, dan Kabupaten OKU Selatan.

Penetapan ke-33 cabor tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi ke-XIII di Villa Pusri Ranau Kabupaten OKU Selatan. Selain jumlah cabor yang dipertandingkan, juga ditetapkan sejumlah regulasi bagi para peserta.

"Ya, itu hasil rapat koordinasi kami dari KONI Sumsel dengan tiga kabupaten penyelenggara Porprov 2021," kata Ahmad Yani, Wakil Ketua Umum (Waketum) I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.

Yani menjelaskan, 33 cabor itu akan dibagi di tiga kabupaten penyelenggara. Rinciannya, Kabupaten OKU menggelar 13 cabor antara lain Renang, Kempo, Wushu, Panahan, Tenis Lapangan, Bulutangkis, Basket, Futsal, Tinju, Tenis Meja, Sambo, Bola Tangan dan Woodball.

Sementara Kabupaten OKU Selatan menggelar 10 cabor, yakni Voli Pantai, Balap Sepeda, Motor Race/Balap Motor, Dayung, Karate, Panjat Tebing, Biliar, Taekwondo, Sepatu Roda dan Arung Jeram.

"Sedangkan OKU Timur juga menggelar 10 cabor antara lain, Atletik, Pencak Silat, Sepakbola, Voli Ball, Catur, Sepak Takraw, Senam, Menembak, Bridge dan Muaytahi," ungkapmya.

Yani juga memaparkan soal regulasi peserta atau atlet yang boleh bertanding di Porprov 2021. Aturan yang harus dipatuhi, kata dia, usia atlet yang bertanding U-21 (di bawah 21 tahun) untuk semua cabor tanpa terkecuali.

Untuk mutasi atlet minimal enam bulan sudah pindah domisili di kabupaten/kota yang bersangkutan dan bagi kabupaten/kota yang mengadopsi atlet dari luar daerah berkomitmen untuk membina atlet tersebut sampai tahun 2025. Dan bagi atlet tersebut akan membuat surat pernyataan akan mewakili kabupaten/kota yang memutasinya sampai tahun 2025.

"Dan jika melanggar siap menerima sanksi sesuai peraturan dan bersedia mengganti rugi," tambah Ketua Pengprov Wushu Sumsel itu.

Lebih lanjut, untuk syarat lainnya,atlet yang memperoleh medali harus berkomitmen untuk menjadi binaan KONI Sumsel guna mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Kemudian, atlet level nasional tidak boleh mengikuti ajang Porprov X-III 2021.

"Selanjutnya, cabor yang dipertandingkan harus dimiliki minimal enam kabupaten/kota, pembukaan dan penutupan digelar di Kabupaten OKU Selatan, maskot dan logo Porprop X-III akan disayembarakan, pusat informasi dan media center akan dibagi di tiga kabupaten dan panitia Porprov melalui SK Gubernur Sumsel," jelasnya.

Regulasi yang dibuat KONI Sumsel ini direspon oleh sejumlah KONI Kabupaten/Kota. Mereka mempersoalkan atlet nasional yang tidak boleh ikut bertanding di ajang Porprov.

"Atlet nasional tidak ikut Porprov tidak setuju. Perlu diperjelas lebih rinci, jangan sampai kisruh, karena Palembang dirugikan. Kami sepakat PON 2021 tidak bisa diotak-atik lagi karena sekarang sudah entry by name. Porprov 2021 adalah ajang pembinaan untuk PON 2024 di Aceh dan Medan," pungkasnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Porprov

Komentar