16 Mar 2020 20:40

Muba Babel United Tak Sembarang Pilih Pelatih Kepala

Muba Babel United Tak Sembarang Pilih Pelatih Kepala

Kaganga.com,Palembang - Muba Babel United kejutkan sepak bola tanah air. Pada laga perdana Grup B Liga 2 2020, klub berjuluk Laskar Ranggonang dibuatnya menang telak 3-0 atas Persekat Tegal di Stadion Serasan Sekate, Muba, Minggu (15/03/2020) kemarin

Tiga gol dalam laga perdana merupakan kemenangan terbesar tim Liga 2 musim ini. Selain Muba Babel United yang menang dengan skor sama adalah PSPS Pekanbaru atas Semen Padang FC.

Dibalik permainan agresif Muba Babel United ada sentuhan tangan dingin Bambang Nurdiansyah Kepala Pelatih Muba Babel United yang merupakan legendaris sepak bola tim nasional (timnas).

Bambang Nurdiansyah pelatih kepala Muba Babel United bukan lah pelatih sembarangan. Dia merupakan pelatih berpengalaman.

Bambang Nurdiansyah lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 28 Desember 1960. Dia adalah mantan pemain sepak bola legendaris Indonesia.

Beberapa klub besar sempat disingahi ketika masih menjadi pemain di Era Galatama. Seperti Arseto Solo (1978-1982), Tunas Inti (1982-1983), Yanita Utama (1983-1985), Krama Yudha Tiga Berlian (1985-1986).

Banur cukup lama berseragam Pelita Jaya (1986-1992) dan dia menutup karier sepak bola proferional di Putra Samarinda (1993). Prestasi individu ia raih menjadi top skor pada musim 1983-1984 dengan koleksi 13 gol.

Sedangkan karier pemain di Timnas Banur merupakan pemain andalan timnas pada tahun 1980-1991.Sementara untuk karier kepelatihan profesional Banur memulai menukangi PSIS Semarang (2005). Setelah itu besut Pelita Krakatau Steel(2006).

Pada musim berikutnya Banur jadi asisten pelatih Timnas. Kemudian arsiteki Arema Malang (2008) dan PSIS Semarang(2008/2009). Bahkan Banur sempat melatih Persija Jakarta musim2015-2016. Terakhir sebelum terbang ke Sekayu dia pegang PSIS Semarang di ajang Shopee Liga 1 musim 2019.

“Ini berkat kemauan dan kerja keras pemain di lapangan,” kata Bambang Nurdiansyah.

Semua tahu persiapan Muba Babel United di Jakarta selama dua minggu tidaklah maksimal. Hampir separuhnya dihabiskan untuk seleksi pemain.

“Lalu saya juga harus membagi waktu dengan menjadi instruktur lisensi B AFC. Saya respek dengan anak-anak, ini diluar target dan ekspektasi,” terangnya

Menurutnya manajemen Muba Babel United juga sangat mensupport dengan luar biasa. “Anak-anak bisa tampil all out di lapangan,” pungkasnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Muba Babel United

Komentar