9 Sep 2019 18:30

Pembinaan Olahraga Harus Melibatkan Pihak Ketiga

Pembinaan Olahraga Harus Melibatkan Pihak Ketiga

Kaganga.com,Palembang - Pemberitaan yang sedang viral mengenai Komisi Perlindungan Anak (KPAI) membuat keputusan terhadap PB Djarum untuk menghentikan audisi beasiswa bulutangkis mulai tahun depan menjadika pembahasan hangat bagi kalangan pecinta olahraga Indonesia.

Memang KPAI sebelumnya merasa jika audisi beasiswa bulutangkis yang dilakukan PB Djarum telah mengandung unsur eksploitasi anak-anak.

Menanggapi hal tersebut, benar saja pihak PB Djarum memutuskan akan menghentikan program pencarian bakat pemain bulutangkis mulai 2020. Meski demikian audisi Djarum 2019 masih akan terus dilanjutkan hingga November mendatang.

Sebagai pegiat olahraga, Hj. Sunnah Nbu. SH merasakan hal tersebut sangat di sayangkan, menurutnya Eksploitasi anak diperkejakan ini tidak sesuai. Sudah seharusnya Atlet dari kecil di bina.

Sunnah yang menjabat sebagai ketua umum Woodball Sumsel ini menjelaskan justru atlet nya sendiri banyak yang di bina sedari kecil.

" itu di Woodball malah ada dari dua tahun, itu sudah kita bina," jelasnya

Membahas persoalan loga dari BP Djarum sendiri, dirinya menegaskan bahwa saat ini pembinaan sudah sewajarnya untuk melibatkan pihak ketiga, yakni dari sponsor.

"Itu tidak juga, bicara lebih jauh. Bintang iklan itu bahkan dari lahir. Jadi konotasi eksploitasi anak tu, harus bener-bener dilihat. Ini ada masalah hukumnya, tanpa ada kaitan hukum tidak bisa disebut eksploitasi. Keuntungan merk. Karena emang kita saat ini pembinaan harus melibatkan pihak ketiga.bukan saja djarum, caborcabor lain pun ada. Woodball pun kalau ada bantuan ibu akan merekomendasikan," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : bulutangkis

Komentar