6 Mei 2020 12:00

PON 2020 Batal, Ronald : Mudah-mudahan Ada Solusi

PON 2020 Batal, Ronald : Mudah-mudahan Ada Solusi

Kaganga.com, Palembang - Secara Resmi Presiden Joko Widodo mengumumkan bahwa Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua terpaksa diundur setahun hingga Oktober 2021 mendatang akibat Pandemik COVID-19 yang meluas di Indonesia.  Hal tersebut juga berdampak terhadap kesiapan atlet Indonesia khususnya dari Sumatera Selatan (Sumsel).

Apalagi perubahan jadwal even olahraga ini membuat pembinaan para atlet ditiadakan oleh pemerintah. 

Seperti yang di katakan Ronald L Toruan atlet gulat Sumsel, pembatalan sementara PON XX 2020 di Papua berimbas pada dua faktor. Baik secara keuntungan waktu yang lebih lama maupun adanya kerugian finansial yang diterima. 

"Dampak ada dua, kalau untungnya bisa mempersiapkan mental lebih matang dalam traning camp karena jangka waktu panjang ada 1 tahun 6 bulan terhitung dari awal ditetapkan pengunduran," katanya. 

Sedangkan, negatifnya adalah materi yang tidak ada, karena pembinaan ditiadakan. Padahal untuk melaksanakan pelatda dan sparing partner membutuhkan uang. 

"Gulat pelatda jadwal ditentukan KONI dan Dispora, untuk sharing partner gulat tidak hanya di Sumsel tapi harus ke luar di Kalsel dan membutuhkan modal. Apalagi gulat ada dua nomor dan semua potensi medali," jelasnya 

Sejauh ini, atlet telah menerima surat resmi penundaan PON dari KONI Sumsel. Namun secara regulasi masalah teknis belum ada informasi lanjutan terkait pelaksanaan dan pengaturan, katanya nanti akan ada kebijakan lain. 

"Permasalahan seperti bahasan pembayaran atlet ataupun pembatasan umur mendetail belum ada kabar, tapi kalau gulat kan by number bukan by name, gulat tanpa batasan umur jadi kami tidak ada masalah," ungkapnya  

Hanya saja, memang membutuhkan pengeluaran materi yang besar. Sebab gulat yang paling penting adalah menjaga nutrisi dan kalori  dalam tubuh termasuk full body contact vitamin yang cukup. 

"Kalau tanpa bantuan anggaran, saya berjuang untuk Sumsel, apa yang bisa akan saya lakukan dengan sebaik-baiknya. Mudah-mudahan ada jalan. Karena istilahnya no modal no medal, seperti penambang emas, semakin bagus butuh usaha," terangnya  

Menurutnya meski PON 2020 di Papua dibatalkan. Sebagai atlet profesional dirinya tetap mempertahankan kondisi fisik agar selalu sehat. Apalagi kondisi sekarang sangat rentan membuat tubuh menjadi drop.  "Sesuai pesan dari KONI Sumsel juga kalau pembatalan jangan membuat mental kita drop tapi menjadi tujuan dengan persiapan lebih baik lagi," ujarnya.

Maka itu, diselang waktu senggang, dirinya memanfaatkan latihan ringan di rumah dengan secara rutin dan menjaga pola makan dengan teratur agar keseimbangan nutrisi dalam tubuh tetap stabil.  " Yang terpenting kita tetap menjaga pola makan dengan teratur," pungkasnya

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : PON Papua 2020

Komentar