14 Sep 2018 21:30

Takut di Manfaatkan Oknum SSebagai Kepentingan Politik, Isu Yang beredar di harapkan Cepat Tuntas

Takut di Manfaatkan Oknum SSebagai Kepentingan Politik, Isu Yang beredar di harapkan Cepat Tuntas

Kaganga.com,Palembang - Dari sekian banyak kejadian di dalam tim Berjuluk Laskar Wong Kito ini salah satunya isu tentang kepemilikan saham Sriwijaya FC diharapkan agar tidak berlarut dan dimanfaatkan segelintir oknum sebagai kepentingan politik.

Terlepas dari segala masalah, Sriwijaya FC kini tengah menuju era baru sebagai klub yang dikelola secara profesional.Potensi Sriwijaya FC untuk menuju klub yang mandiri dan tidak lagi bergantung pada campur tangan pemerintah, sangatlah besar.

Dengan prestasi yang raih, Laskar Wong Kito memiliki magnet tersendiri untuk menarik minat para investor.

Pengamat sepakbola Budiarto Shambazy menilai, Sriwijaya FC saat ini merupakan salah satu dari segelintir klub tanah air yang sudah layak bersaing di kancah internasional.

Masuknya investor baru, tidak hanya akan menyehatkan neraca keuangan tim, namun juga dipastikan akan membuat Sriwijaya FC semakin kompetitif dan dapat mensejajarkan diri dengan klub-klub elit di Asia.

"Klub sepakbola Indonesia sudah lama tidak lagi dibiayai APBD, apalagi kalau mau dijadikan BUMD. Itu sama saja mundur ke belakang. Sekarang kita sedang menuju industri. Sriwijaya FC merupakan klub yang siap untuk itu," kata Budiarto.

Sebagai klub profesional, Sriwijaya FC juga sudah memenuhi beberapa persyaratan sesuai regulasi FIFA dan AFC. Seperti legalitas, finansial, personel dan administrasi, infrastruktur, serta sporting atau pembinaan usia muda.

Dukungan stadion, suporter fanatik, pembinaan usia muda dan manajemen yang semakin profesional, menjadi modal yang bagus bagi Sriwijaya FC untuk bersaing secara global.

"Sepakbola Indonesia memiliki pasar yang potensial bagi industri sepakbola. Liga Indonesia memiliki jumlah penonton tebesar se-Asia Tengggara. Ini modal bagus untuk meningkatkan persaingan tim di kancah Asia," bebernya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : SFC

Komentar