9 Sep 2019 18:05

Terhambat Di Pendanaan, Latihan Woodball Masih Seperti "Kucing"

Terhambat Di Pendanaan, Latihan Woodball Masih Seperti

Kaganga.com,Palembang - Cabang olahraga woodball masih terdengar asing di telinga. Olahraga yang berasal dari Taiwan ini merupakan cabang olahraga baru yang masuk di Indonesia pada tahun 2006 oleh Tandiono Jacky.

Olahraga woodball ini pun dapat dimainkan di dua jenis permukaan lapangan, yaitu rumput serta pasir. Aturan dari permainan ini juga cukup simpel.

Dalam hal ini, Ketua Umun Woodball Indonesia Sumsel. Hj.Sunnah Nbu, SH mengatakan latihan anak didiknya masih seperti "Kucing" hal ini di karena kan masih terhambatnya pendanaan bagi atlet di Sumsel

" kita ini latihan masih seperti "Kucing" dalam artian pindah pindah, kita sudah mengajukan di JSC tapi terhambat di pendanaan, kalo untuk Provinsi untuk membiayai dana kesana kan terlalu besar, lebih baik kita alihkan untuk pembinaan atlet atlet kita saja,
" kata Sunnah ketika di jumpai di Koni Sumsel (09/09/2019).

Dirinya mengakui bahwa sempat juga mengajukan sponsor di swasta. Namun hal tersebut tampaknya masih menjadi beban yang sangat berat.

" Sekali latihan Rp.2 juta kalau sebulan 4 kali berarti Rp. 8 juta cukup mahal kita keberatan," ungkapnya.

Diakuinya bahwa untuk sementara waktu ini atlet Woodball Sumsel tetap akan latihan di kantor DPRD Sumsel. Meskipun dirinya masih tetap akan mencari lapangan yang baik untuk atlet atletnya

" Jadi saat in kita lagi melobi SMA Negri 1, namun memang untuk sementara waktu mereka akan tetap latihan d DPRD Sumsel," terangnya.

Lebihlanjut, ketika ditanyakan soal kesiapan atlet menuju PON dirinya mengaku bahwa atletnya sudah benar benar mempersiapkan dengan matang.

Sementara Pra pon sendiri sudah mulai berjalan dan sudah mempunyai hasil yang baik yakni mengasilkan 2 putra dan 2 putri yang lolos ketika mengikuti PraPon di Tanggerang Selatan pada 4-7 Juli lalu.

" Tahap dua nanti , bulan Oktober kemungkinan menambah dua lagi, satu putra dan satu putri. Di nomor double sama stroke (perorangan)," pungkasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Olahraga

Komentar