5 Des 2018 22:55

Bawaslu Masih Kesulitan Tindak Kampanye Politik Uang

Bawaslu Masih Kesulitan Tindak Kampanye Politik Uang

Kaganga.com, Palembang - Badan Pengawas Pemilu Sumsel mengaku pelanggaran money politic (politik uang) pada kampanye Pileg 2019 sulit diporoses. Pasalnya, banyak syarat yang harus dibuktikan pada laporan politik uang tersebut. Hal ini disampaikan Komisioner Bawaslu Sumsel, Junaidi kepada wartawan, Rabu (5/12/2018)

“Money politic sulit diproses dalam persidangan, karena banyak persyaratan yang harus dibuktikan,”katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mengimbau kepada peserta pemilu untuk melakukan kampanye dengan sejuk tanpa adanya pelanggaran, lakukan pendekatan dengan masyarakat dengan mengelar pertemuan dan silaturahmi
sehingga proses demokrasi berjalan dengan baik.

”Pemilu harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, yaitu itu tadi caleg tidak melakukan money politik dan lainnya,”ujarnya.

Menurut Junaidi, calon anggota legislatif (caleg) akan dicoret dari daftar pemilih tetap (DCT) jika dalam persidangan terbukti maka akan dicoret, namun sebelum dilakukan proses pencoretan harus memenuhi syarat yang ada dalam aturan.

“Jika memiliki saksi, ada penerima dan pemberi, kemudian ada foto, ada video dan dilakukan secara terserktur, masif dan sistematis (TSM) maka dapat diproses secara hukum, namun itu sulit diproses,”kata Junaidi.

Karena tersangka akan berpaling bahwa tidak melakukan money politik, kemudian juga saksi juga berpaling bahwa tidak melakukan mony politik, sehingga jika ini terbukti maka akan sulit diproses.

”Money politik ada namun sulit dibuktikan, itu lah yang selama ini sulit diproses,” tukasnya.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Bawaslu money politic

Komentar