3 Okt 2020 15:00

Gelar Diskusi Pilkada, Cipayung Plus Sumsel Satu Suara Tunda Pilkada Karna Corona

Gelar Diskusi Pilkada, Cipayung Plus Sumsel Satu Suara Tunda Pilkada Karna Corona

Kaganga.com, Palembang - Cipayung Plus Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Forum Diskusi Sumatera Selatan dengan tema 'Mengawal Demokrasi Ditengah Pandemi, Menakar Persiapan Pilkada Serentak 2020'. Berlokasi di Guns Cafe Palembang.

Didalam Diskusi tersebut dihadirkan Empar Pembicara yang pertama dari Komisioner KPU Sumsel Hendri Almawijaya, Kedua Anggota Bawaslu Sumsel Yenli Elmanoferi, ketiga Pengamat dan Tokoh Politik Ramlan Holdand dan terakhir Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumsel Dr. Rizal Sanif.

Dalam Bahasan tersebut, Ketua-ketua dari berbagai organisasi yang ada dibawah Cipayung Plus memberikan suara jika mereka menginginkan agar penyelenggaraan Pilkada di Tunda. "Kami sepakat jika penyelenggaraan ini di tunda, apalagi dua Organisasi besar Nahdatul Ulama dan Muhhamadiyah juga telah bersuara agar pemilihan kepala daerah ini di tunda, karena ini juga menyangkut nyawa masyarakat banyak," terang Ketua PW IPNU Sumsel Arip Farawita.

Sejalan dengan Tokoh Politik Sumsel, Ramlan Holdan yang ikut dalam diskusi tersebut juga menginginkan agar pilkada 2020 di tunda terlebih dahulu dengan alasan menyelamatkan nyawa.

Ramlan menilai sangat tidak masuk akal menyelenggarakan Pilkada sedangkan didalam peraturanya masih bertabrakan. Misalnya KPU mengizinkan pasangan calon kepala Daerah didalam kampanye dihadiri pendukung sampai 100 orang, hal ini bertabrakan dengan peraturan pemerintah yang tidak mengizinkan adanya Keramaian.

"Apalagi setelah mendengar data dari IDI jika sudah ada Ribuan korban jiwa yang meninggal akibat Corona, jelas sekali kalau Virus ini ada. Jangan kita bernafsu untuk tetap menyelengarakan pilkada jika akan membahayakan masyarakat," terangnya.

Ramlan meminta Pemerintah khususnya Presiden yang bisa mengambil keputusan dirinya selaku tokoh Politik meminta agar pilkada kali ini di tunda terlebih dahulu.

"Keputusan akhir ada di tangan Presiden. Kami harap berbagai kondisi penyebaran Covid-19 ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menundanya. Saya selaku tokoh politik juga meminta agar Pilkada kali ini ditunda terlebih dahulu," ungkapnya.

Sementara itu ketua IDI Sumsel Rizal Sanif pun juga menganjurkan agar pilkada serentak di Sumsel di tunda. Pasalnya, hingga kini angka penularan dan kematian akibat Covid-19 di Sumsel masih cukup tinggi.

"Angka kematian di Sumsel sampai saat ini mencapai 5,7 persen. Jika masih dipaksakan, tentunya akan berdampak terhadap angka penularan yang lebih tinggi lagi," ungkapnya.

Rizal berpesan jika penyelenggaraan pilkada tetap di jalankan, ia meminta agar pihak penyelenggara baik KPU dan Bawaslu sebagai pengawas dapat menekankan kepada pasangan calon yang tentu memiliki banyak pendukung untuk menekankan Protocol kesehatan. Terurama disaat masa pencoblosan.

"Kegiatan yang mengundang masa banyak sangat berpotensi terjadinya penularan. Kami harap protokol kesehatannya dapat diterapkan dengan baik. Tapi kalau tidak bisa dikendalikan, lebih baik kegiatannya ditunda saja. Sampai ada penurunan jumlah kasus," tegasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Cipayung Plus

Komentar