13 Mar 2018 17:25
Pilkada Kota Palembang 2018

Hanura Belum Tentukan Dukungan Di Pilkada Kota Palembang

Hanura Belum Tentukan Dukungan Di Pilkada Kota Palembang

Kaganga.com, Palembang - Hingga saat ini Partai Hanura Sumsel belum tentukan dukungan kepada Calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Palembang yang akan maju di Pilkada Kota Palembang 2018. Keputusan ini menyusul pencabutan dukungan Partai Hanura terhadap calon walikota Palembang, Mularis Djahri-Syaidina Ali beberapa waktu lalu, DPP Hanura belum menentukan sikap kemana dukungan ini akan dialihkan. Meskipun secara kepartaianya tidak bisa dicabut karena sudah didaftarkan ke KPU, tapi partai nomor urut 13 ini dipastikan secara mesin partai dan dukungan kader akan beralih.


“Saat ini masih penjajakan, semua kandidat kita komunikasikan untuk yang terbaik bagi partai dan masyarakat Palembang,” kata ketua DPD Hanura Sumsel, Hendri Zainudin kepada wartawan, Selasa (13/3).


Pilkada Palembang diikuti oleh empat pasangan calon, yakni nomor urut 1 incumbent, Harnojoyo-Fitrianti Agustinda, Sarimuda-Rozak (Nomor 2), M Akbar Alfaro-Hernoe R (nomor 3) dan Mularis Djahri-Syaidina Ali (nomor 4). “Yang jelas calon yang akan kita berikan dukungan nanti satu visi dan memang bertekad bersama untuk mengabdi mensejahterakan masyarakat, pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi kerakyatan,” sambungnya.


Hendri menyebutkan, partai Hanura di kota Palembang ini sangat banyak, setidaknya secara riil ada 100 ribu suara yang berasal dari 3 kursi anggota DPRD Palembang, militansi anggota DPR RI Fauzi Amro yang memiliki basis di dapil Palembang sekitar 27 ribu suara pada Pileg lalu. “Saya sendiri meraih sekitar 50 ribu suara pada pemilihan DPD RI tahun 2014 lalu, kekuatan inilah yang akan kita gunakan untuk memenangkan calon walikota Palembang yang akan dialihkan sesuaikan intruksi pusat,” ungkapnya.


Masih menurut Hendri, kader partai Hanura diminta untuk bersabar dan menahan diri menunggu intruksi DPP terkait dukungan kemana pada Pilkada Palembang nanti.


“Untuk Pilgub jelas kepada Herman Deru-Mawardi Yahya (HD-MY), bahkan partai sudah bergerak untuk memenaghkan pasangan ini, begitu juga nantinya Pilkada Palembang mungkin dalam beberapa waktu kedepan akan segera kita umumkan kemana dukungan ini,” tukasnya.


Diketahui, DPP Hanura mengintruksi agar partai menarik dukungan dari pasangan Mularis-Syaidina Ali yang sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari partai yang didirikan Wiranto tersebut. "Iya benar, sesuai intruksi ketum maka partai menarik (cabut) dukungan dari Mularis," kata Sekjen DPP Hanura Hery Lontung Siregar.


Dikatakan besan Presiden Jokowi ini, Mularis sudah dipecat ketum Hanura Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai ketua DPD Hanura Sumsel, baik sebagai ketua maupun sebagai kader. Ini dilakukan karena sikap Mularis tidak tegak lurus dengan partai tentang Pilgub Sumsel. Selain itu, Mularis juga sebagai salah satu kubu Hanura Hotel 'Ambhara' dengan ketum Daryatmo dan Syarifudin Sudding.


"Pencabutan dukungan ini memang tidak mempengaruhi ke KPU karena memang tidak boleh, tapi ini dukungan kader dan mesin partai yang kita cabut," tegas Hery.


Terkait dukungan kader dan mesin partai pada Pilkada Palembang nanti apakah ke Pasangan Incumbent atau bukan? Besan Presiden Jokowi ini belum memastikan ke pasangan mana partai akan dialihkan. "Kita lihat nanti ya, DPD lebih tahu itu, nanti kita bicarakan kemana," sambungnya.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Hanura Sumsel Pilwako 2018

Komentar