22 Okt 2019 19:00

Masalah Dana Hibah 2013, Ketua DPRD Sumsel Diperiksa Kejati

Masalah Dana Hibah 2013, Ketua DPRD Sumsel Diperiksa Kejati

Kaganga.com, Palembang - Calon ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  diperiksa penyidik Kejaksaan Agung RI terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi pencairan dana hibah pada tahun anggaran 2013, Selasa (22/10/2019).  

Terdapat tiga orang anggota DPRD Provinsi Sumsel yang diperiksa diantaranya, Sakim, Rosidi dan RA Anita Noeringhati. Kesemuanya anggota DPRD ini merupakan anggota periode tahun 2009-2014. Sedangkan Anita sendiri kembali terpilih untuk periode tahun 2019-2024 dan dicalonkan untuk menjadi ketua DPRD Sumsel.  

Anita yang rencananya akan di lantik besok, Rabu (24/10), seusai menjalani pemeriksaan menjelaskan jika ia dipanggil untuk memberikan keterangan persoalan dana hibah tahun 2013. "Ya Benar saya dimintai keterangan soal itu (Dana Hibah 2013)," kata Anita. 

Ia yang sebelumnya pernah diperiksa terkait kasus yang sama tahun 2016 lalu, mengatakan jika apa yang ia jawab tidak jauh beda dengan yang ia jawab di tahun 2016. Akan tetapi ia tak mau membeberkannya. "Jawaban saya tetap sama seperti tahun 2016 lalu," jelasnya.  

Anita mengaku bahwa saat dana itu bergulir, dia bertugas di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Sumsel dan kapasitasnya sebagai anggota dewan mendapatkan dana aspirasi.  “Ada sekitar 20 pertanyaan. Alhamdulillah, tadi saya bisa membuktikan semua, kebetulan data saya lengkap,” kata dia. 

Sementara itu, terlihat Rosidi dan sakim tergesa gesa keluar kantor Kejaksaan Tinggi Provinsi disela waktu berbeda. Mereka membenarkan  jika di panggil Kejati Sumsel untuk memberikan keterangan terkait dana Hibah tahun 2013.  " Ya di mintai keterangan soal itu," singkatnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Achmad Fadhil

Tag : DPRD sumsel Kejati Dana Hibah

Komentar