9 Jul 2018 20:45
Pilkada Muara Enim 2018

Nurul-Shinta Tunggu Hasil Proses Hukum

Nurul-Shinta Tunggu Hasil  Proses Hukum

Kaganga.com, Muara Enim - Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim, H Nurul Aman- M Thamrin AZ (NaTha) dengan nomor urut 2 dan DR Hj Shinta Paramita Sari SH MHu-Syuryadi SE dengan nomor urut 3, tetaop  menunggu hasil proses hukum yang saat ini ditangani Panwaslu Muara Enim terkait laporan dugaan money politik yang telah disampaikan kepada lembaga pengawas Pemilu tersebut.

                   Soalnya hingga saat ini, Panwaslu belum juga mengumumkan ataupun menyampaikan kepada publik hasil penyelidikan dan pemeriksaan yang dilakukannya. “Proses penyelenggaraan Pilkada Muara Enim masih bermasalah yang saat ini permasalahan itu telah ditangani lembaga Panwaslu. Kita tunggu dulu hasil proses hukum yang tengah berlangsung itu,” tegas Kordinator Tim Pemenangan NaTha, Ganef Asmara NL SH, Senin (9/7).

                  Dia juga menyangkal, pemberitaan di beberapa media  yang menuliskan kalimat bahwa  Nurul Legowo pada pemberitaan itu. “Perjuangan belum selesai, semuanya kita tunggu hasil proses hukum yang tengah berjalan saat ini.” tegas Ganef.   

              Hal senada juga dilontarkan Cabup DR Hj Shinta Paramita Sari SH MHum pada saat melakukan acara silaturahmi dengan tim kerja, korcam, kordes dan tim relawan Shinta-Syuryadi pasca pelaksanaan Pilkada di  posko pemenangannya, Senin (9/7). 

               “Soal adanya dugaan money politik pada penyelenggaraan Pilkada Muara Enim proses hukumnya sepenuhnya kita serahkan kepada lembaga penagak hukum baik Polres Muara Enim maupun Gahkumdu,” jelas Shinta dihadapan tim kerjanya.   Acara silaturahim itu dihadiri juga Cawabup ustadz Syuryadi serta Ketua Tim Kerjanya, Jhoni Herwanto. 

             Shinta juga menegaskan, harus ada yang bertanggung jawab atas ketidak jujuran pelaksanaan  Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Muara Enim. Karena ada Panwaslu selaku lembaga yang mengawasi jalannya proses Pilkada tersebut.  Untuk itu pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada lembaga penegak hukum Polres maupun Gahkumdu.

             Dihadapan timnya, Shinta mengaku tetap bangga atas apa yang diyakininya dalam mengikuti proses Pilkada Muara Enim untuk memberikan pembelajaran politik kepada masyarakat. 

               “Dari semula kita ingin mencari dan menginginkan pemimpin Muara Enim  yang benar benar mendapatkan legitimasi dari rakyat Muara Enim, bukan pemimpin dengan cara membeli,” tegas Shinta. 

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Muara Enim

Komentar