30 Jun 2021 05:00

Pansus IV DPRD OKI Usulkan Biaya Pilkades Ditanggung Pemerintah

Pansus IV DPRD OKI Usulkan Biaya Pilkades Ditanggung Pemerintah

Kaganga.Com, OKI ---- Biaya yang harus dikeluarkan oleh para Bakal Calon Kepala Desa (Balon Kades) yang akan bertarung mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pada Bulan Agustus 2021 mendatang sangat memberatkan para Balon Kandes.

Hal ini disampaikan Ketua Pansus IV DPRD OKI, Budiman, pada rapat Paripurna DPRD OKI dengan Agenda Pendapat Akhir Kepala Daerah atas Nota Pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun 2020 Senin (28/6/2021).

Menurut Budiman, hampir seluruh Balon Kades menyoalkan biaya pemilihan kepala desa yang tidak sedikit. Besarnya uang yang dikeluarkan Balon Kades ini, karena harus menanggung biaya Pilkades.

"Bayangkan, dalam sekali pemilihan, biaya yang dibutuhkan antara puluhan hingga ratusan juta. Setiap calon ada yang dibebani hingga Rp 20-30 juta perorangnya," ungkapnya.

Biaya pemilihan tersebut, lanjutnya, ditentukan oleh panitia yang dibentuk oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Biaya tersebut untuk acara pelaksanaan, honor panitia, dan pembuatan seragam.

"Sementara, selain biaya pemilihan, Balon Kades juga harus mengeluarkan biaya untuk melakukan sosialisasi kepada warga. Dampaknya, hanya orang-orang tertentu yang bisa maju,"jelasnya.

Masih kata Budiman, sementara masih banyak warga yang memiliki kemampuan memimpin justru enggan maju, karena terkendala biaya,"terangnya.

Dalam rapat tersebut, Budiman meminta pemerintah daerah agar dapat menganggarkan biaya Pilkades.

Selain itu, Budiman juga meminta pemerintah memberikan kendaraan operasional yang baru untuk Kades.

"Kita mengusulkan pengadaan kendaraan operasional, motor trail untuk Kades, karena kendaraan motor Kades saat ini sudah tua, umurnya 7, bahkan ada yang sudah 10 tahun,"ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut Bupati OKI, H Iskandar SE mendukung penuh permintaan tersebut. Menurutnya, selama ini untuk biaya Pilkades telah dianggarkan melalui DPMD sebesar Rp 7,5juta per desa. Akan tetapi, mengingat biaya pemilihan yang membengkak, maka kekurangannya dibebankan kepada Cakades.

"Kita siap menganggarkan, asalkan DPRD setuju. Dan, nanti akan dibicarakan lebih lanjut,"ujarnya.

Selain itu, Iskandar juga tidak menampik bahwa anggaran Pilkades bisa dianggarkan melalui Dana Desa.

"Tapi kita lihat dulu, dan kita buat juknisnya bagaimana,"jelasnya.

Penulis : Wahid Aryanto
Editor : P Rudy FS

Tag : OKI Pansus IV Pilkades OKI

Komentar