17 Mei 2017 19:30 | 18

Tongkang Batubara Tabrak Fender Jembatan Ampera, Komisi IV Datangi Lokasi

Tongkang Batubara Tabrak Fender Jembatan Ampera, Komisi IV Datangi Lokasi

Kaganga.com, Palembang - Kapal Tongkang dengan muatan batubara yang melintas di Sungai Musi kembali menabrak tiang penyangga (fender) Jembatan Ampera yang menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat kota Palembang. Kejadian ini membuat Komisi IV DPRD Sumsel langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melihat kondisi terakhir dari Jembatan Ampera.

"Ini sudah seringkali terjadi, khususnya untuk angkutan batubara yang seringkali berlebihan tonnasenya. Oleh karena itu kami ingin pemerintah melakukan tindakan tegas untuk setiap angkutan yang melintas di sungai musi dengan tonnase berlebihan," ujar Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, Anita Noeringhati yang didampingi Anggota Komisi IV lainnya.

Dikatakan Anita, Jembatan Ampera merupakan ikon satu-satunya yang paling terkenal di Kota Palembang dan juga termasuk salah satu aset provinsi Sumsel. Jika dibiarkan terus terjadi dikhawatirkan akan mempengaruhi ketahanan dari jembatan tersebut.

"Kita kan semua tahu jembatan ini umurnya sudah sangat tua, otomatis pondasinya juga sudah tidak kuat seperti jembatan baru. Apalagi Palembang sekarang sedang gencar melakukan pembangunan karena 2018 nanti akan menyelenggarakan Asian Games. Kami tidak ingin pada saat penyelenggaraannya kita dipermalukan dengan hal yang seperti ini lagi," tegas Politisi Golkar ini.

Pihaknya juga mendengar ada keterangan dari saksi mata yang melihat kejadian tersebut membenarkan bahwa saat akan meluruskan tongkang tersebut menarik tali dengan mengikatkan di Jembatan Ampera.

"Kita bisa lihat masih ada bekas batubara yang menempel di sisi jembatan, itu artinya tinggi muatan sudah melebihi batas air. Belum lagi ada kerusakan terhadap lampu hias," imbuhnya.

Oleh karena itu, Komisi IV, kata Anita, meminta Gubernur untuk mengevaluasi kembali peraturan mengenai angkutan batubara ini bukan hanya yang melintas di jalur darat tetapi juga yang melintas melalui jalur sungai.

"Kami setuju jika Gubernur menyatakan akan memberikan sanksi berupa denda kepada perusahaan yang membawa batubara tersebut, malah jika diperlukan jalur lalu lintas angkutan batubara ini ditutup sementara sampai perusahaan membuat jalur baru, ini agar ada efek jera untuk perusahaan dengan tidak lagi membawa muatan batubara yang melebihi tonnase yang ditentukan di aturan yang sudah ada. Peraturan itu sudah ada di Perda Nomor 5 tahun 2011 yang mengatur semua angkutan batubara," katanya.

Dalam waktu dekat, komisi IV akan segera memanggil instansi yang berkaitan langsung mulai dari Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga, dan Balai Besar Jembatan untuk kembali membahas komitmen baru tentang penertiban angkutan batubara yang melintas di Sungai Musi.

Penulis : Achmad Fadhil
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Parlemen Tongkang Ampera

Komentar