21 Jun 2019 07:00

Ada 8 Inovasi Pelayanan Baru Untuk Jemaah Haji tahun 2019

Ada 8 Inovasi Pelayanan Baru Untuk Jemaah Haji tahun 2019

Kaganga.com, Palembang - Pemerintah terus berupaya melakukan inovasi-inovasi baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para jamaah Haji. Untuk tahun ini, setidaknya ada delapan inovasi terbaru yang di berikan pemerintah.

Pelayanan tersebut berupa pemberlakukan fast track imigrasi di semua embarkasi, penyewaan full musim untuk hotel di madinah, pemetaan kualifikasi dan komposisi petugas pada Satgas Arafah dan Mina.

Kemudian, lanjutnya, penomoran tenda penambahan urinoir dan AC di tenda Arafah, pelaporan petugas dilakukan secara elektronik dan terpadu dengan siskohat, penyederhanaan panduan manasik haji, integrasi data kesehatan dengan Siskohat, serta pembentukan layanan terpadu di Daker Mekkah.

Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumsel HM. Alfajri Zabidi, mengatakan, inovasi-inovasi ini makin menyempurnakan inovasi yang dilakukan pada 2018 lalu berupa percepatan keimigrasian, QR Code pada gelang jamaah, sewa akomodasi satu musim penuh, bumbu masakan Indonesia, penambahan katering mekkah, tanda paspor dan koper, pengalihan porsi waris, visa print kertas, konsultan ibadah, dan membentuk tim pertolongan pertama pada jamaah haji (P3JH).

“Tujuan dari inovasi-inovasi ini adalah memberikan kenyamanan maksimal bagi para jamaah sehingga bisa menjalankan rangkaian ibadah haji dengan baik dan sesuai tuntunan agama dan kembali ke tanah air dengan predikat haji mabrur,” tuturnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (20/6).

Sementara itu, sebanyak 19 kelompok terbang (Kloter) calon jamaah haji Embarkasi Palembang akan diterbangkan dari Bandara Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang dalam musim haji tahun 2019 ini.

“Tahun ini, jumlah Kloter Embarkasi Palembang tetap sama dengan tahun sebelumnya, yakni sebanyak 19 Kloter,” ujar Kabag Humas Kemenag Provinsi Sumsel, Saefuddin Latif.

Dia menjelaskan, untuk total calon jamaah haji di 19 Kloter ini sebanyak 7.195 orang. Dimana, mereka berasal dari kabupaten dan kota di Provinsi Sumsel dan Bangka Belitung (Babel).

“Kuota awal 7.035, namun ada tambahan sebanyak 160, sehingga totalnya sebanyak 7.195 calon jamaah haji,” katanya.

Saefuddin mennambahkan untuk satu Kloter nantinya terdapat sebanyak 450 jamaah dengan 5 petugas. Rinciannya dokter, 2 perawat, ketua kloter, dan pembimbing ibadah.

“Sistem pemberangkatan pun tak ada yang berbeda tetap berurutan, bergiliran selama 19 hari. Selama di Makkah, mereka akan ditempatkan di wilayah Raudhah,” ucapnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Haji Sumsel

Komentar