17 Ags 2019 15:35

Baru Dilantik, Kapolres Banyuasin Dan Musi Banyuasin (Muba) Diharuskan Turun Tangan Terkait Karhutla

Baru Dilantik, Kapolres Banyuasin Dan Musi Banyuasin (Muba) Diharuskan Turun Tangan Terkait Karhutla

Kaganga.com, Palembang - Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel), Irjen Pol Firli menginstruksikan bahwa Kapolres harus ikut turun ke lapangan terkait belakangan kerap terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut diucapkan saat acara pelantikan dan serah terima jabatan Kapolres Banyuasin dan Musi Banyuasin di Gedung Catur Sakti Mapolda Sumsel, Jumat (16/8/2019).


Firli menegaskan saat ini wilayah Kabupaten Banyuasin dan Muba sedang terjadi karhutla bahkan sudah menjadi langganan hampir setiap tahun. Untuk itu ia menekankan agar Kapolres masing-masing wilayah yang baru dilantik ikut melakukan pemantauan.


“Kapolresnya harus turun ke lapangan, jangan hanya duduk-duduk saja di ruangan. Saya kan pernah ke Banyuasin dan Musi Banyuasin, kebakaran hutan di dua wilayah ini memang sering terjadi, sehingga harus menjadi perhatian,” tegasnya.


Adapun pelantikan dan serah terima jabatan yang digelar di ruang Catur Sakti Polda Sumsel tersebut, yakni Kapolres Banyuasin dari AKBP Yudhi S Pinem digantikan AKBP Danny Sianipar yang sebelumnya menjabat Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel.

 

AKBP Yudhi menempati jabatan baru menjadi Kapolres Muba menggantikan AKBP Andes Purwarti yang juga diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakapolresta Palembang menggantikan AKBP Prasetyo Rachmat Purboyo yang mendapat promosi jabatan menjadi Kapolresta Barelang, Kepulauan Riau.

 

Sementara itu, AKBP Yudhi S Pinem yang baru saja dilantik mengaku siap turun langsung ke lokasi karhutla dan ia juga berencana melakukan inovasi agar lahan tidak lagi terbakar.

 

“Sesuai perintah, saya siap, dari sini saya langsung rapat dengan semua unsur membahas agar kebakaran lahan dapat segera diatasi. Kita mulai lakukan inovasi agar masyarakat tidak membakar lahan,” katanya.

 

Menurutnya, inovasi tersebut diantaranya dengan melakukan pencegahan dini sehingga masyarakat sekitar tak membakar lahan. “Harus ada inovasi agar masyarakat tidak lagi membakar lahan. Kenapa, ya kalau udah terbakar kan sulit api untuk dipadamkan. Jadi pencegahan ini lebih utama,” tuturnya. 

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Karhutlah

Komentar