Kaganga.ccom PALEMBANG – Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Sumatera Selatan terus memperkuat upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah bagi anak. Melalui sosialisasi pencegahan perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah, BKOW mengajak seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama membangun budaya saling menghormati dan bebas dari tindakan bullying.
Komitmen tersebut disampaikan Ketua BKOW Sumsel, Hj. Lidyawati Cik Ujang, saat menghadiri Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Kekerasan di Lingkungan Sekolah yang digelar di Aula SMK Negeri 2 Palembang, Selasa (28/7/2026).
Dalam arahannya, Lidyawati menegaskan bahwa sekolah harus menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik. Suasana sosialisasi berlangsung hangat ketika ia mengajak para siswa berdialog secara langsung dan berbagi pengalaman terkait perundungan.
"Apakah di sekolah pernah ada perundungan? Ada yang mau bercerita? Sini, maju," ajaknya di hadapan ratusan siswa.
Menurutnya, edukasi sejak dini sangat penting untuk menanamkan rasa empati sekaligus mencegah munculnya perilaku bullying di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Kepala SMKN 2 Palembang, H. Suparman, S.Sos., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, dengan jumlah 2.695 siswa yang tersebar di sembilan program keahlian, pendidikan karakter dan pencegahan kekerasan menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran.
"Pendidik ini ibarat meluruskan tulang yang bengkok. Kalau terlalu lembut ia tetap bengkok, tapi kalau terlalu keras ia bisa patah. Strategi mendidik kami tentu ada kalanya lembut dan ada kalanya tegas," ujarnya.
Suparman juga mengungkapkan bahwa para tenaga pendidik saat ini kerap dihadapkan pada dilema dalam menegakkan kedisiplinan. Menurutnya, kekhawatiran terhadap potensi tuduhan kekerasan membuat guru harus semakin cermat dalam mengambil langkah pembinaan terhadap siswa.
Karena itu, ia berharap sosialisasi seperti ini dapat memberikan pemahaman kepada seluruh pihak sekaligus menghadirkan kepastian hukum bagi para pendidik dalam menjalankan tugasnya.
Pada sesi akhir kegiatan, peserta mendapatkan materi dari tiga narasumber, yakni psikolog RG Bambang Harijanto, Dwi Noviani dari KPAID, serta advokat Ridho Junaidi. Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : BKOW Sumsel Pemprov Sumsel