10 Sep 2019 21:30

Danrem Panggil Pelaku Usaha Perkebunan dan Kehutanan

Danrem Panggil Pelaku Usaha Perkebunan dan Kehutanan

Kaganga.com, Palembang - Berdasarkan prediksi cuaca dari BMKG Puncak kemarau akan terjadi di bulan Agustus hingga September dengan kondisi lebih kering dibandingkan kemarau tahun 2018. BMKG juga meprediksi pada periode Agustus hingga Oktober itensitas hujan diperkirakan rendah.  

Mengantisipasi terjadinya kekeringan yang berkepanjangan dan yang mengakibatkan kebakaran hutan terutama lahan lahan perkebunan dan lahan kosong yang dimiliki oleh pengelola usaha.  

Hari ini, Selasa tanggal 10 September 2019 Danrem 044/Garuda Dempo Kolonel Arh.Sonny septiono mengadakan rapat koordinasi kebakaran hutan dan lahan terhadap pengelola usaha perkebunan dan Kehutanan dalam mengantisipasi semua itu Karhutla.  

Sony mengatakan agar perusahaan dapat menjaga dan bertindak aktif dalam menimalisir karhutla yang terjadi di wilayah konsersi perkebunannya, karena yang menjadi korban terlalu banyak terutama masyarakat disekitar perkebunan dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat.  "Kebakaran kebun dan lahan itu,99% disebabkan oleh manusia dan 1% disebabkan oleh alam itu sendiri. Saya akan menindak tegas terhadap para teroris Lingkungan ini," ujarnya. 

Sonny juga mengatakan pihaknya akan ber tindak tegas kepada pengelola perkebunan dan perusahaan  yang membiarkan lahan konsesi nya  terbakar. "Saya akan berkoordinasi dengan pihak Satgas Gak Kum dalam hal ini kepolisian Daerah Sumatera Selatan dan berupaya mengadakan penyegelan pada lahan yang terbakar dan bila perlu tidak memberikan izin kepada pihak perusahaan yang lahannya masih terbakar," tegasnya.  

Sony juga menghimbau kepada pihak pengelola kehutanan dan perkebunan harus tanggap dengan deteksi dini dan aksi dini bila ada kebakaran yang terjadi. Untuk itu pengelola diharapkan melengkapi perusahaannya dengan alat pemadaman yang memadai, seperti adanya alat Damkar, adanya menara pantau, memperbanyak sumur bor sebagai sumber air apabila terjadi kebakaran, membuat block-block kanal sebagai sumber air.  

"lakukan semua itu dengan hati yang tulus dan ikhlas, agar api dan asap tidak terjadi lagi dilingkungan kita. mari kita jaga alam,agar alam menjaga kita," tukasnya. 

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Satgas Karhutla Karhutla Sumsel Danrem

Komentar