4 Ags 2026 17:15

Didik Anak Lewat Keteladanan, Herman Deru: Karakter Lebih Penting dari Sekadar Prestasi

Didik Anak Lewat Keteladanan, Herman Deru: Karakter Lebih Penting dari Sekadar Prestasi

Kaganga.com PALEMBANG – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menegaskan bahwa pembentukan karakter anak harus dimulai dari lingkungan keluarga, terutama melalui keteladanan orang tua. Menurutnya, pendidikan moral dan akhlak menjadi bekal utama dalam menyiapkan generasi yang mampu menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Herman Deru saat menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang digelar di Griya Agung Palembang, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan HAN, mulai dari para sponsor, organisasi wanita hingga Komite III DPD RI yang membidangi isu perempuan dan anak.

"Terima kasih kepada seluruh sponsor, organisasi wanita, dan Komite III DPD RI yang telah membuat anak-anak bergembira. Mungkin terlihat sebagai perbuatan kecil, tetapi maknanya sangat besar karena hari ini kita berupaya menjadikan mereka anak-anak yang paling bahagia," ujarnya.

Ia menegaskan, Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk mengingatkan seluruh orang tua, kakek-nenek, dan lingkungan sekitar agar bersama-sama mempersiapkan generasi penerus bangsa.

"Tidak ada satu pun orang tua yang tidak ingin anaknya berhasil. Mungkin ukuran keberhasilannya berbeda-beda sesuai minat, bakat, dan latar belakang masing-masing. Namun, tugas kita adalah mempersiapkan mereka menghadapi masa depan yang terus berubah," katanya.

Herman Deru mengingatkan bahwa Indonesia Emas 2045 tinggal 19 tahun lagi sehingga anak-anak saat ini akan menjadi generasi yang memegang estafet pembangunan di berbagai bidang.

Karena itu, menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya berfokus pada ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga harus memperkuat nilai moral, akhlak, dan mental.

"Cukupkah hanya dengan ilmu pengetahuan dan teknologi? Tidak cukup. Kita juga harus memberikan asupan moral. Secerdas apa pun seseorang tanpa akhlak yang baik tidak akan ada gunanya. Sebaliknya, akhlak yang baik juga harus dibarengi mental yang kuat," tegasnya.

Ia juga mendorong orang tua memberi ruang kepada anak-anak untuk bergaul dan mengembangkan kreativitas dengan tetap memberikan pengawasan yang seimbang.

"Berikan keleluasaan kepada anak untuk bergaul dan berimprovisasi. Jangan terlalu dikendalikan, tetapi juga jangan dilepas tanpa kendali," pesannya.

Menurut Herman Deru, karakter baik tidak bisa dibentuk hanya melalui teori, melainkan harus dicontohkan dalam kehidupan sehari-hari oleh orang tua.

"Didiklah anak-anak menjadi orang baik. Itu membutuhkan contoh, bukan sekadar teori. Salah satu ciri orang baik adalah tidak memiliki sifat iri. Karakter seperti inilah yang harus kita bangun sejak dini," ungkapnya.

Ia juga mengingatkan agar keberhasilan anak tidak semata-mata diukur dari pencapaian materi, melainkan dari akhlak dan nilai-nilai kebaikan yang dimiliki.

"Saya selalu berpesan, didiklah anak-anak menjadi orang baik. Jangan ukur kesuksesan anak hanya dari target materi," katanya.

Herman Deru meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang membidangi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak terus memperkuat sinergi dalam pembinaan karakter anak agar tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

"Saya minta OPD terkait terus membimbing anak-anak kita menjadi pribadi yang baik dengan memberikan keteladanan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Sumsel, M. Zaki Aslam, mengatakan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak sekaligus memperkuat perlindungan terhadap mereka sebagai investasi terbesar bangsa.

Ia menyebutkan rangkaian HAN 2026 di Sumsel diisi berbagai kegiatan edukatif, seperti sosialisasi pencegahan perundungan dan kekerasan terhadap anak, pemenuhan hak anak, serta kegiatan yang mendorong pengembangan karakter, kreativitas, bakat, dan minat melalui pendidikan, budaya, olahraga, dan seni.

Peringatan HAN ke-42 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan turut dihadiri Anggota DPD RI dr. H. Ratu Tenny Leriva HD, Ketua TP PKK Sumsel Hj. Feby Deru, Ketua BKOW Sumsel Hj. Lidyawati Cik Ujang, Ketua DWP Sumsel Desy Kasnayati Edward, Ketua KORMI Sumsel Hj. Samantha Tivani HD, serta sejumlah kepala OPD.

Acara dimeriahkan dengan penampilan Drama Musikal Kampung Dongeng Sumsel, Suara Anak Sumsel, Forkesi Sumsel, Duo Little Angel, penyerahan penghargaan lomba lukis gerabah, lomba video pendek, Senam Sapa, serta pemberian apresiasi kepada para pendukung penyelenggaraan Hari Anak Nasional 2026.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Peringatan Hari Anak

Komentar