13 Ags 2019 19:55

Dinas Penanaman Modal Dorong Pertumbuhan UMKM Di Palembang

Dinas Penanaman Modal Dorong Pertumbuhan UMKM Di Palembang

Kaganga.com,Palembang - Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Kota Palembang, Yan Sihotang, mengatakan akan mendorong pertumbuhan usaha mikro kecil menengah (UMKM). Menurutnya, para pelaku butuh didorong supaya dapat menjalin koordinasi dengan usaha yang lebih besar di kota Palembang.

"Infrastruktur juga bisa digunakan untuk memoles pasar dan menertibkan para pedagang untuk super kreatif di era 4.0 menuju 5.0," katanya usai menghadiri Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Peningkatan Koordinasi dan Kerjasama di Bidang Penanaman Modal dengan Instansi Pemerintah dan Dunia Usaha, Grand Atyasa, Selasa, (13/08/2019).

Yan melanjutkan, dalam memajukan UMKM, pihaknya saat ini sedang menggaet Asosiasi Pengusaha Pempek (ASPPEK) supaya pempek yang di produksi juga dapat dijual di minimarket yang ada di Kota Palembang.

"Inovasi ini akan kita kaji dulu, karena masih banyak aturan yang mesti dibuat mengenai kemasan dan kehigienisan pempek itu sendiri. Kita harapkan juga hal ini secepatnya terlaksana, supaya koordinasi antara pengusaha kecil dan pengusaha besar semakin solid," katanya.

Untuk bisa menembus usaha yang lebih besar, UMKM harus berani menonjolkan pangsa unggulan. Sambung, Yan, hal ini agar sesuai dengan budget yang sudah ditetapkan. "Mulai dengan investasi, perdagangan industri, produk atau jasa unggulan, kerajinan, dan wisata nusantara. Menyesuaikan dari dana penyediaan anggaran modal kepada UMKM sebesar Rp11 Milyar," tambahnya.

"Kita harapkan melalui FGD ini pelaku UMKM akan mendapatkan tempat di setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh pelaku usaha besar, seperti contoh di Mall-mall saat ini kita mewajibkan adanya hasil kreasi dari UMKM yang turut di promosikan," ujarnya.

Sementara, Deputi Direktur Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Hari Widodo, mengatakan, UMKM Palembang yang lain harus bisa mencapai pangsa hingga sampai ke luar negeri. "Kalau bisa bukan hanya kami, UMKM lain harus bisa menembus pasar luar negeri. Dibilang pilot project, sangat berterimakasih atas apresiasinya. Harapannya nanti jangan hanya kami saja," katanya.

Sebagai perwakilan Sumatera Selatan yang berhasil menembus pasar ekspor. Sambung Hari, Bank Indonesia sudah mampu melewati kontrak penjualan. "Produk home decor dengan pembeli asal New York, Amerika Serikat. Binaan dengan brand Alisha Marsya yang merupakan wirausaha binaan BI (WUBI) 2017," jelasnya.

"Mereka lolos mengikuti pameran craft, dengan Nilai (kontrak penjualan) belum bisa disebutkan tetapi yang jelas buyer tersebut membeli produk-produk Alisha Marsya dalam jumlah banyak," tambahnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : UMKM

Komentar