30 Apr 2026 18:15

DME Tanjung Enim Didorong Jadi Jawaban Ketergantungan LPG di Sumsel

DME Tanjung Enim Didorong Jadi Jawaban Ketergantungan LPG di Sumsel

Kaganga.com Muara Enim – Ketergantungan terhadap LPG dan kerentanan pasokan energi di Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan. Gubernur Sumsel, Dr. H. Herman Deru, mendorong percepatan realisasi proyek hilirisasi batubara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim sebagai solusi konkret bagi kebutuhan energi masyarakat.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menghadiri groundbreaking Proyek Hilirisasi Nasional Fase II pengembangan coal to DME di kawasan PLTU Sumsel-8, Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim.

Menurutnya, persoalan distribusi dan ketersediaan LPG yang sempat terjadi, terutama saat pandemi COVID-19, menjadi bukti bahwa Sumsel masih menghadapi tantangan dalam ketahanan energi, meskipun dikenal sebagai daerah kaya sumber daya.

“Ini menjadi ironi, di tengah kekayaan energi yang kita miliki, masyarakat masih harus mengantre LPG. Karena itu, proyek DME ini sangat penting sebagai solusi jangka panjang,” ujar Herman Deru.

Ia menilai pengembangan DME dari batubara peringkat rendah merupakan langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor LPG sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya lokal.

Pemerintah daerah, lanjutnya, siap mendukung penuh proyek tersebut, termasuk dari sisi penyediaan bahan baku dan kolaborasi dengan pelaku usaha. Selain berdampak pada ketahanan energi, proyek ini juga diharapkan mampu membuka lapangan kerja serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di daerah.

“Ini bukan hanya soal energi, tapi juga dampak ekonomi bagi masyarakat Sumsel,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Pembina Hilirisasi PT Bukit Asam Tbk, Turino Yulianto, menjelaskan bahwa proyek ini akan mengolah batubara low rank yang selama ini belum optimal dimanfaatkan menjadi DME sebagai substitusi LPG.

Dengan kapasitas produksi sekitar 1,4 juta ton DME per tahun, proyek ini membutuhkan pasokan 5–6 juta ton batubara yang seluruhnya berasal dari Sumatera Selatan. Produk DME tersebut nantinya akan diserap oleh Pertamina Patra Niaga untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Proyek ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat ketahanan energi dan menekan impor LPG. Groundbreaking ini juga merupakan bagian dari 13 proyek hilirisasi tahap II yang dipusatkan di Cilacap dan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Presiden menekankan pentingnya setiap proyek hilirisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun kemandirian energi nasional.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel LPG di Sumsel

Komentar