5 Mei 2026 18:15

Larangan Corat-coret Kelulusan Diperketat, Disdik Sumsel Dorong Perayaan Lebih Bermakna

Larangan Corat-coret Kelulusan Diperketat, Disdik Sumsel Dorong Perayaan Lebih Bermakna

Kaganga.com PALEMBANG— Momen kelulusan pelajar di Sumatera Selatan kini diarahkan menuju perayaan yang lebih tertib dan bernilai edukatif. Dinas Pendidikan Sumatera Selatan resmi memperketat larangan aksi corat-coret seragam sekolah yang selama ini kerap terjadi saat pengumuman kelulusan siswa SMA.

Penegasan ini bukan sekadar imbauan, melainkan langkah serius untuk mengubah pola perayaan yang dinilai tidak lagi mencerminkan nilai pendidikan. Corat-coret seragam dianggap berpotensi memicu vandalisme serta menghilangkan makna simbolis pakaian sekolah sebagai identitas pelajar.

Kepala Bidang SMA Disdik Sumsel, Basuni, menegaskan perlunya perubahan cara pandang dalam menyikapi kelulusan. Ia menilai euforia berlebihan justru berisiko menimbulkan tindakan yang merugikan.

“Tidak ada lagi ruang untuk corat-coret seragam. Kelulusan harus dirayakan dengan cara yang lebih bermakna, bukan sekadar pelampiasan euforia,” tegas Basuni.

Instruksi telah disebarkan ke seluruh SMA di Sumsel untuk meningkatkan pengawasan. Sekolah tidak hanya diminta mencegah aksi corat-coret, tetapi juga mengantisipasi konvoi kendaraan serta potensi gangguan ketertiban umum yang kerap terjadi.

Selain itu, Disdik menekankan pentingnya pemanfaatan seragam yang masih layak pakai. Seragam tersebut dapat disumbangkan kepada siswa yang membutuhkan, sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pembelajaran tanggung jawab bagi para lulusan.

Sekolah juga didorong mengemas perayaan kelulusan melalui kegiatan positif seperti doa bersama, bakti sosial, hingga aktivitas kreatif yang memberi manfaat bagi lingkungan.

“Kelulusan adalah titik awal, bukan akhir. Ini momen syukur yang seharusnya dirayakan dengan cara yang beradab dan memberi dampak positif,” tambah Basuni.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Sumatera Selatan, Zulkarnain, memastikan pihaknya telah mengantisipasi potensi kerumunan siswa dengan menggelar pengumuman kelulusan secara daring.

“Pengumuman kami lakukan pada sore hari melalui website. Guru dan petugas keamanan juga kami siagakan untuk memastikan tidak ada siswa yang berkumpul,” ujarnya.

Pengetatan aturan ini menjadi sinyal kuat bahwa tradisi perayaan kelulusan yang tidak edukatif mulai ditinggalkan. Disdik Sumsel ingin memastikan kelulusan menjadi momentum refleksi kedewasaan dan tanggung jawab generasi muda, bukan sekadar ajang hura-hura.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Disdik Sumsel Pemprov Sumsel

Komentar