3 Jan 2020 13:30

Lemahnya Pengawasan Pemda Terhadap Penebangan Liar Sebabkan Banjir dan Longsor

Lemahnya Pengawasan Pemda Terhadap Penebangan Liar Sebabkan Banjir dan Longsor

Kaganga.com, Palembang - Maraknya penambang liar yang ada di Provinsi Sumsel menjadi faktor utama terjadinya bencana alam seperti Banjir ataupun tanah Longsor di Sumsel.  Hal ini dikatakan langsung Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Ia mencontohkan seperti peristiwa ambruknya jembatan Mulak Ulu di Kab. Lahat dan  tanah longsor  yang terjadi akibat penambagan liar.  

" Faktor ini juga terjadi karena lemahnya pengawasan yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat terhadap aktivitas penambang liar tersebut," terang Deru, Jumat (3/1/2020).  

Deru menegaskan pihaknya menyoroti lemahnya pengawasan yang dilakukan Pemkab atau Pemkot di 17 Kabupaten/Kota di Sumsel sehingga mengakibatkan bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang.  

"Jika mengandalkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) saja untuk melakukan pengawasan itu sulit sehingga saya sudah intruksikan kepada Pemda setempat baik itu camat dan kades untuk melakukan pengawasan ketat nantinya. Aparat keamanan juga jangan diam saja," ungkapnya.  

Saat meninjau lokasi ambruknya jembatan di Kecamatan Mulak Ulu, pihaknya menemukan tumpukkan batu dari pengerjaan penambang liar tersebut yang hanya berjarak 100 meter dari lokasi kejadian. 

“Penumpukan batu itu dibiarkan saja dan sangat dekat dari sungai sehingga saat aliran sungai meluap membuat jembatan ambruk dan tanah longsor,” ungkapnya. 

Untuk mengatasi bencana tanah longsor dan banjir, lanjut Herman, pihaknya telah membentukan Satuan Tugas (Satgas) khusus untuk melakukan tindakan penyelamatan kepada masyarakat yang terkena bencana alam. 

"Pertama keselamatan masyarakat itu yang penting. Kemudian, harta benda termasuk bangunan baru menjadi fokus dari Satgas nanti," pungkasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Pemprov Sumsel

Komentar