Kaganga.com PALEMBANG — Komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam menjaga kesehatan dan pemenuhan gizi peserta didik tetap berlanjut meski kegiatan belajar mengajar tengah dihentikan sementara. Selama libur akhir semester ganjil, program Makanan Bergizi Gratis (MBG) tetap disalurkan kepada para siswa.
Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah preventif untuk memastikan asupan nutrisi anak-anak sekolah tidak terputus selama masa libur. Pemerintah menilai kebutuhan gizi peserta didik harus tetap terpenuhi demi mendukung tumbuh kembang yang optimal.
Pelaksanaan program MBG selama libur semester dilakukan dengan penyesuaian mekanisme distribusi. Penyaluran makanan tidak lagi terpusat pada aktivitas belajar di sekolah, melainkan melalui pola distribusi yang disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kota Palembang, Dr. Alhadi Yan Putra, S.E., S.Sos., M.Si., mengatakan keberlanjutan program MBG merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap kesejahteraan anak.
“Walaupun siswa sedang menjalani libur semester, kebutuhan gizinya tidak boleh terabaikan. Karena itu, penyaluran Makanan Bergizi Gratis tetap kami laksanakan dengan penyesuaian sistem distribusi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh proses penyaluran tetap mengacu pada petunjuk teknis dan pedoman tata kelola yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Hal tersebut dilakukan agar program berjalan tepat sasaran dan kualitas makanan tetap terjaga.
Menurut Alhadi, distribusi MBG selama masa libur dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pihak sekolah serta melibatkan peran orang tua siswa. Langkah ini dinilai penting guna memastikan makanan diterima langsung oleh peserta didik dan tetap aman untuk dikonsumsi.
“Kami mengikuti arahan BGN, mulai dari komposisi menu, standar kebersihan, hingga sistem pengawasan. Monitoring tetap dilakukan agar mutu makanan yang diberikan tetap terjamin,” katanya.
Sementara itu, salah satu guru sekolah dasar di Palembang, Siti Rahma, mengapresiasi kebijakan pemerintah yang tetap menjalankan program MBG meski siswa sedang libur. Ia menilai program tersebut sangat membantu, terutama bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Manfaatnya sangat dirasakan oleh anak-anak. Orang tua juga merasa terbantu karena kebutuhan gizi anak tetap diperhatikan walaupun sekolah sedang libur,” ujarnya.
Ia berharap program MBG dapat terus berlanjut dan ditingkatkan, baik dari segi variasi menu maupun jangkauan penerima. Menurutnya, asupan gizi yang baik akan berdampak positif pada kesehatan dan kesiapan siswa saat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar.
“Anak-anak jadi lebih sehat dan semangat ketika masuk sekolah kembali. Kami sebagai guru tentu mendukung penuh program ini,” pungkasnya.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly
Tag : Pemprov Sumsel MBG di Sumsel