Kaganga.com PALEMBANG – Gelaran Pekan Olahraga Nasional (PORNAS) KORPRI XVII Tahun 2025 tak hanya membawa semangat sportivitas, tetapi juga berdampak positif pada sektor transportasi publik di Kota Palembang. Selama perhelatan akbar itu berlangsung, jumlah penumpang Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan melonjak tajam hingga menembus angka 122.479 orang.
Lonjakan tersebut tercatat selama periode 4 hingga 11 Oktober 2025. Data dari Balai Pengelola Kereta Api Ringan (BPKAR) Sumatera Selatan menunjukkan, rata-rata penumpang harian mencapai 15.300 orang. Angka ini naik sekitar 2.000 hingga 3.000 dibandingkan hari biasa yang berkisar 12.000–13.000 penumpang.
Kepala BPKAR Sumsel, Rode Paulus, mengatakan peningkatan signifikan ini menjadi bukti bahwa kehadiran LRT semakin diminati masyarakat, terutama saat ada kegiatan berskala besar. “Selama PORNAS KORPRI terjadi lonjakan signifikan. Kenaikan ini menjadi indikasi positif bagi kinerja LRT,” ujar Rode, Selasa (14/10/2025).
Menurut Rode, lonjakan terbesar terjadi di tiga stasiun utama, yaitu Stasiun Ampera, Stasiun Asrama Haji, dan Stasiun Bumi Sriwijaya. Ketiganya merupakan titik strategis yang berdekatan dengan lokasi penginapan para kontingen serta arena pertandingan.
Ia menjelaskan, banyak peserta dan ofisial memilih LRT karena dinilai lebih efisien, bebas macet, serta memiliki jadwal keberangkatan yang pasti. “LRT sangat membantu mobilitas peserta dan ofisial. Mereka menilai transportasi ini lebih cepat dan efisien,” katanya.
Selain menjadi moda transportasi favorit peserta, lanjut Rode, peningkatan okupansi selama PORNAS KORPRI juga menegaskan potensi besar LRT sebagai tulang punggung transportasi perkotaan di Palembang. “Peningkatan ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan layanan,” ucapnya.
Rode berharap tren positif tersebut berlanjut dengan adanya kegiatan berskala nasional lainnya di masa depan. Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat sangat dibutuhkan agar LRT semakin berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat Palembang.
Salah satu peserta, Ali Nugroho, dari kontingen Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), mengaku terbantu dengan keberadaan LRT selama mengikuti ajang tersebut. “Naik LRT lebih praktis dan tidak perlu khawatir macet, waktu perjalanan juga lebih pasti,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Kontingen Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan potongan tarif 50 persen bagi peserta turut menjadi daya tarik tersendiri. “Kami rutin menggunakan LRT menuju Jakabaring untuk latihan. Selain cepat, juga lebih hemat,” ungkapnya.
Dengan meningkatnya minat penumpang selama PORNAS KORPRI XVII, Palembang kembali membuktikan bahwa sistem transportasi massal modern seperti LRT dapat menjadi solusi efektif dalam mendukung kegiatan besar sekaligus mengurangi kemacetan di kota.
Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly