10 Jan 2019 20:30

Ma'ruf Amin Tepis Isu Miring Soal Jokowi PKI  

Ma'ruf Amin Tepis Isu Miring Soal Jokowi PKI  

Kaganga.com, Palembang - Ribuan relawan dan para kader Partai pendukung koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin menyambut kedatangan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01 di kantor Tim Kampanye Daerah (TKD) Sumsel. Dalam kesempatan itu Ma'ruf Amin membantah isu PKI dan anti Islam kepada sosok Jokowi beberapa waktu belakangan. 

Ketua TKD Sumsel Syahrial Oesman mengatakan, ia sangat berterima kasih atas semua kehadiran para relawan serta para Partai pendukung. "Terima kasih Abah Ma'ruf Amin telah menyediakan waktu ke sini, untuk meresmikan rumah TKD yang merupakan tempat memenangkan Capres nomor urut 1. Kami disini menyatukan sikap memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. Minggu depan tim TKD dan relawan akan menggempur kota Palembang dengan door to door sembari menyiapkan souvenir sepertu gantungan kunci, kalender, stiker untuk mengajak memilih nomor urut 1," ungkap Syahrial. 

Dirinya juga menerangkan jika timsesnya berbasis TPS dengan mengembalikan para relawan di tempat tinggalnya masing masing. Mengetuk 50 rumah per TPS."Kalikan saja tiga hari per TPS maka optimis meraih kemenangan. Siapkan diri bagi para relawan untuk door to door. Nomor satu inilah yang bertahan menjaga NKRI seumur hidup," tegasnya. 

Lanjut Syahrial, beberapa jadwal Ma'ruf Amin telah diatur, pertemuan dengan para berbagai suku meresmikan relawan rumah Ma'ruf Amin, Sholat Jumat bersama kemudian besok ke Ogan Ilir lalu pulang ke Jakarta."Jangan ragu kepada Sumsel, yang katanya kalah di Sumsel maka itu kami jadikan semangat kami untuk membuktikan diri memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di Sumsel ini," tutupnya. 

Sementara itu, Cawapres Ma'ruf Amin mengatakan, dirinya berada di Sumsel saat ini untuk meresmikan kantor TKD Sumsel. Ia percaya melalui kantor TKD tersebut koalisi Ma'ruf Amin akan menang di Sumsel. "Pasti menang. Kenapa harus menang, karena pasangan didukung 10 Partai koalisi. Didukung oleh puluhan ribu relawan seluruh Indonesia. Sumsel juga ribuan. Kita punya modal yakni kerja Pak Jokowi yang telah menghasilkan untuk masyarakat seluruh Indonesia dan itu dirasakan semunya seperti membangun tol, air port, pelabuhan, jalan tol, jalur kereta api. Fasilitas pendidikan dengan membuat kartu Indonesia pintar (KIP) dan kartu Indonesia sehat (KIS) kemudian kartu Indonesia harapan (KIH)," beber dia. 

Lalu lanjut Ma'ruf Amin, ketika waktu itu ada isu PKI menerpa Jokowi, padahal ia masih usia 4 tahun. Yang buat isu dan menyebarkannya La Nyala, tapi sudah tobat."Yang neruskannya kok belum tobat. Apa ada PKI Balita," kata dia.  "Satu lagi Jokowi anti Islam, kenapa ngajak saya sebagai Kiyai menjadi wakilnya, padahal bisa saja mengajak politisi, tni, polri dan lainnya. Yang menetapkan hari santri nasional sendiri Pak Jokowi. Artinya yang mempercayai hal itu namanya oon," tambahnya disambut oleh relawan dengan kata "buyan" yang akhirnya Ma'ruf Amin juga menirukannya. 

"Kalau masih percaya dengan isu Jokowi seorang PKI yang aslinya dia ketika zaman itu masih Balita, dan bilang Jokowi anti Islam padahal Jokowi yang memilih saya seorang Kiyai dan menetapkan hari pesantren nasional namanya "buyan"," tegas Ma'ruf Amin. 

Dirinya mengimbau bagi para relawan dan Parpol pendukung untuk berjuang dan bekerja keras agar meraih kemenangan." Sumsel harus menang, melalui kantor TKD Sumsel ini bisa berkerjasama, dengan ini saya nyatakan jika kantot TKD Sumsel resmi dibuka," tutupnya.

Penulis : Achmad Fadhil

Tag : Jokowi - Ma'ruf Amin TKD Sumsel

Komentar