15 Mar 2017 18:45 | 39

Masih Tunggu Permenhub, Taksi Online Masih Dinilai Ilegal

Masih Tunggu Permenhub, Taksi Online Masih Dinilai Ilegal

Kaganga.com, Palembang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel masih menunggu Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) terkait revisi aturan taksi online yang saat ini marak. Demikian diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Arus Jalan (LLAJ) Sumsel, Sudirman saat dihubungi, Rabu (15/3).

"Kami masih menunggu aturan pasti terkait taksi online tersebut karena memang sejauh ini aturan tersebut masih belum diberitahukan ke kami," katanya.

Menurutnya, saat ini masih dalam perbincangan terkiat aturan tersebut dan kemungkinan baru akan dikeluarkan pada akhir Maret mendatang. Diterangkannya, berdasarkan apa yang disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya bahwa revisi yang dilakukan pada Permenhub nomor 23 tahun 2016 yaitu mengatur tarif bawah dan tarif atas sehingga nantinya tarif taksi online akan sama dengan taksi konvensional yang selama ini.

"Selain itu juga taksi online ini harus membayar Keur, pajak dan lain sebagainya sehingga revisi aturan ini menyetarakan antara taksi online dengan taksi konvensional," ujarnya.

Ditambahkannya, setelah revisi aturan tersebut dikeluarkan maka kemungkinan akan dibuatkan Peraturan Gubernur (Pergub) karena untuk penyesuaian tarif di daerah mengingat tarif di daerah berbeda-beda. Disinggung soal berlakuknya revisi tersebut pada 1 April mendatang, dirinya belum dapat memastikan terkait waktu sosialisasi revisi aturan tersebut. "Kami intinya masih menunggu dahulu revisi aturan taksi online itu, baru dapat ditindaklanjuti," terangnya.

Menyikapi taksi online yang beredar selama ini, menurutnya memang taksi tersebut dinilai ilegal, dan banyak penyimpangannya. Mengingat taksi online itu hanya melalui aplikasi yang dipesan sehingga tidak terdata dengan baik, dan bahkan tidak memiliki izin. Karena itu, jelas taksi online selama ini ilegal, terlebih lagi kebanyakan taksi online ini tidak membayar pajak, keur dan lain sebagainya. "Selama ini jika kami mendapati taksi online maka kami akan tangkap, karena memang meresahkan taksi konvensional. Kami berharap dengan revisi aturan ini taksi online dan konvesional itu sama rata," pungkasnya.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Taksi Online

Komentar