13 Apr 2020 11:45

Meskipun Pandemi Corona Petani OKI Siap Suplai Beras Hingga Jabodetabek

Meskipun Pandemi Corona Petani OKI Siap Suplai Beras Hingga Jabodetabek

Kaganga.com, Ogan Komering Ilir - Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dikenal dengan sektor pertaniannya yang begitu maju. Tak ayal, daerah ini menjadi penyuplai bahan pangan pokok terutama beras untuk memenuhi kebutuhan pangan Sumatera Selatan, bahkan Jabodetabek setiap tahunnya. 

Meski di hadapkan pada kondisi pandemi Covid-19, panen raya di OKI tetap berlangsung sejak Maret hingga Mei 2020. 

"Alhamdulilah petani kita sudah mulai panen sejak bulan Maret di Kecamatan Air Sugihan, dan April ini di Lubuk Seberuk, Lempuing Jaya," ungkap Plt. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Ketahanan Pangan OKI, Ir. Syahrul, M. Si, Minggu, (12/04/2020). 

Syahrul mengatakan, pada Puncak panen April 2020, seluas 26.633 ha lahan siap panen antara lain, di Kecamatan Air Sugihan dan Lempuing Jaya.

Panen Raya ini merupakan hasil dari Program Selamatkan Rawa Sejahterakan petani (Serasi). 

"Yang sudah panen areal pasang surut sub optimal, antara lain di Desa Marga Tani Kecamatan Air Sugihan seluas 123 Ha, varietas Inpari 30 serta mekongga dengan produktivitas 5,1 ton/ha. Lalu, Desa Nusakarta seluas 312 hektar varietas vietnam serta mekongga dengan produktivitas 4,9 ton/ha. Juga Desa Suka Mulya, varietas inpari 32 dan inpari 30 produktivitas 5,3 ton/ha."terangnya. 

Dijelaskan Syahrul, petani adalah pahlawan yang menjaga ketahanan pangan saat penduduk dunia menghadapi pandemi Covid-19. 

"Saat pekerjaan lain bisa dari rumah, tapi bagi seorang petani tetap harus turun ke sawah. Selain bertanggung jawab kepada kesehatan diri dan keluarga, mereka  harus mengurus tanaman serta memastikannya bisa panen," tutur Syahrul. 

Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tambah Syahrul, telah menyiapkan protokol penanganan virus Corona bagi para petani, agar bisa tetap produksi serta memaksimalkan penggunaan alsintan. 

“Mengunakan mesin combine harvester cukup 6 jam, dengan 2 orang saja. Secara biaya, dengan menggunakan mesin combine harvester lebih hemat biaya sampai 50% dari pada menggunakan tenaga manusia secara manual," tutupnya. 

Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Achmad Fadhil

Tag : OKI Sumsel

Komentar