4 Jan 2018 19:05

OKU Bakal Dibangun PLTMH 1,5 Megawatt

OKU Bakal Dibangun PLTMH 1,5 Megawatt

Kaganga.com, Palembang - Provinsi Sumsel serius mengarap sektor energi baru terbarukan. Setelah mengembangkan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jakabaring yang sudah 80 persen. Kini Provinsi akan mengarap Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) mini di Baturaja, OKU Induk dengan kapasitas 1,5 megawatt.

Rencana itu diungkapkan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE), Dr. Yaniarsyah.

"Tahun depan kami akan garap PLTMH mini," katanya. Sejauh ini untuk perizinan sudah siap. Termasuk revisi kontrak dan lainnya. Tapi diperkirakan pada Juni 2018, izin prinsip baru keluar.

Menurutnya, pihaknya baru memperpanjang kontrak PLTMH ini pada pertengahan tahun lalu dengan pengembang. Pembangunan pembangkit di air terjun Way Kambas dengan karakteristik air terjun yang curam dan tinggi. Pengembangan ini membutuhkan lahan 3 hektar. "Investasi pengembangan energi terbarukan ini USD 2 juta," sebutnya.

Diungkapkanya, pengembangan PLTMH di Sumsel terbilang agak terlambat dibandingkan daerah lain. Bahkan, di Sumsel cukup banyak PLTMH yang dikembangkan oleh swasta. 'Bagi PDPDE merupakan yang pertama dan tentunya menjadi pilot projet kedepannya," sebutnya.

Ia menjelaskan, PLTMH ini memang belum tergarap maksimal lantaran untuk pengembangan ini membutuhkan dana cukup besar termasuk juga lahan. Disamping memang tingkat pengembalian modal 9 persen lebih lama dibandingkan energi fosil seperti batubara.

"Artinya, memang menguntungkan untuk waktu yang lama, tapi untuk tingkat (jangka waktu) pengembalian modal lama. Ya kalau baturara sekitar 10 tahun, ini bisa mencapai 15 tahun,"kata dia.

Tentu, tambah dia, bagi para investor ini patut menjadi pertimbangan untuk pengembangan energi ini terutama di Indonesia. Hanya saja, kalau pengembangan energi ini akan mendapatkan bantuan dari pemerintah Jepang.

Lebih jauh ia menjelaskan, untuk pengembangan PLTS kapasitas 600 megawatt di pesisir timur Sumsel pun sepertinya belum akan dilakukan waktu dekat. Pasalnya, untuk pengembangan ini butuh dana sangat besar. Lahan dibutuhkan pun besar, ya paling tidak 1000 hectar. "Asumsinya, 1 MW butuh dana USD 1,4 dollars, "kata dia.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Robert Heri menambahkan, provinsi Sumsel memang saat ini tengah fokus mengarap sektor energi terbarukan. Bahkan perkembangannya pesat. "Selain saat ini, kami tengah melakukan pembenahan energi fosil," katanya.

Ia mengatakan, pihaknya baru saja menandatangai Power Purchase Agreement (PPA) dengan PT PLN. Ada lima PPA yang ditanda tanganidi Muara Enim, Pagar Alam. Ini tentu sesuatu yang luar biasa. ”Selain Gheotermal, kami juga akan pengembangkan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS).

Kemudian, kata dia, pihaknya juga saat ini fokus pengarap PLTS di sepanjang bukit barisan seperti OKUS, Muratara. “Potensi pengembangan energi ini sangat besar. sebab akan mendapatkan karbon kredit dan subsidi dari kementerian Lingkungan Jepang,” tukasnya.

Penulis : Chandra Baturajo
Editor : Riki Okta Putra

Tag : PLTMH OKU

Komentar