30 Ags 2019 18:10

Pemprov Bakal Tutup Lokasi Penjualan Tambang Batubara Ilegal asal Sumsel

Pemprov Bakal Tutup Lokasi Penjualan Tambang Batubara Ilegal asal Sumsel

Kaganga.com, Palembang - Pemerintah Provinsi Sumsel dengan tegas akan menutup lokasi keluarnya batubara Ilegal hasil dari pertambangan Ilegal yang ada di Provinsi Sumsel. Gubernur Sumsel H Herman Deru mengatakan ini dilakukan untuk meredam kebocoran PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) di Sumsel. Selain itu pertambangan harus memiliki manfaat yang linear (selurus) dengan kesejahteraan masyarakat.

"Kita sudah meminta bantuan KPK dan Alhamdulillah di Respon, selain itu, kita sudah kordinasi dengan KSOP pelabuhan Bakehuni Lampung agar menghentikan keberangkatan batubara yang idak ada izin Legalnya," kata Gubernur, Jumat (30/8).

Sementara itu, Kepala Dinas ESDM Sumsel menjelaskan, jika ada 8 tambang batubara yang berada di sekitar Kecamatan Tanjung Enim dan Tanjung Agung. Batubara dibawa ke luar Sumsel melalui pelabuhan Bakauheni, Lampung.

"Mereka itu kegiatannya Underground (bawah tanah) mengambilnya dari dalam tanah, kita hanya merekomendasi tak bisa memerintah yang begitu (menangkap)," ujarnya.

Lanjut Heri, jika hanya menutup tempat tambangnya, mereka akan bermunculan kembali. Untuk itu, pemprov Sumsel mengambil langkah dengan menutup akses lokasi penjualan atau keluarnya tambang ilegal dari Sumsel.

"Di Sumsel sudah tak bisa lagi makanya mereka berjualan ke Lampung, akibat ulah mereka ini di tafsir kerugian negara dari 8 titik tambang batubara ilegal ini adalah Rp54 Miliar pertahun," tukasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Tambang Batu bara

Komentar