9 Okt 2019 17:30

Peran Keluarga Penting Dalam Peningkatan Gizi Bangsa

Peran Keluarga Penting Dalam Peningkatan Gizi Bangsa

Kaganga.com, Muara Enim - Selain sumber daya alam tang besar untuk menunjang kemajuan suatu bangsa, salah satu hal yang tak kalah penting adalah sumber daya manusi sebagai eksekutor dalam mewujudkan hal tersebut.

Plt Bupati Muara Enim, H Juarsah mengatakan, Pemerintah Kabupaten Muara menyambut baik kegiatan peningkatan kesehatan dan gizi ibu dan balita yang merupakan hal penting dan penentu kualitas sumber daya manusia.

“Status gizi dan kesehatan ibu pada masa pra hamil, saat kehamilannya dan saat menyusui merupakan periode yang sangat kritis atau yang kita kenal dengan 1000 hari pertama kehidupan,” ujarnya saat pembukaan Sosialisasi Pendidikan Keluarga Pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan Dalam Ramgka Penurunan Angka Stunting Di Muara Enim, Rabu (9/10) di Gedung Dayang Rindu.

Juarsah jega mengatakan, Periode hari pertama kehidupan ini merupakan periode yang sensitif, karena akibat yang ditimbulkan terhadap baik pada masa ini akan bersifat permanen dan tidak dapat dikoreksi dampak buruk yang bisa ditimbulkan pada periode tersebut dalam jangka pendek yakni terganggunya perkembangan otak kecerdasan gangguan pertumbuhan fisik dan gangguan metabolisme dalam tubuh.

“sedangkan sedangkan dalam jangka panjang, yang terjadi adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, kurangnya kekebalan tubuh sehingga resiko tinggi untuk penyakit Diabetes, kegemukan, jantung, stroke, kanker,” ujarnya.

Sebagaimana kita ketahui, lanjutnya lagi, sumber daya manusia yang berkualitas sangat dibutuhkan untuk mampu bersaing dengan bangsa lain, mengingat persaingan global semakin wajib diperhitungkan dengan kualitas kemampuan individu yang rendah akan berdampak pada minimnya produktivitas dan daya saing anak bangsa sebagai sumber daya yang diandalkan.

“Bila ini terjadi, akan berpengaruh pada penghasilan dan perputaran ekonomi di sekitarnya. Harapan saya hal seperti ini tidak akan terjadi di masyarakat Kabupaten Muara Enim,” harapnya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Gizi, dilakukan intervensi spesifikasi dengan pendekatan kontinum yang dimulai sejak masa pra hamil bersalin dan nifas, bayi, balita hingga remaja.

“Mencermati kontribusi intervensi sensitif yang terbukti berperan besar terhadap penanggulangan masalah gizi, saya menghimbau dalam kegiatan ini agar upaya perbaikan gizi di sektor kesehatan selalu didukung oleh sektor non kesehatan,” tambahnya.

Pendekatan keluarga, tambahnya lagi, akan dilakukan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan di awali dengan identifikasi masalah di tingkat rumah tangga dengan merumuskan alternatif pemecahan bersama, menetapkan dan melaksanakan kegiatan, serta pemantauan dan evaluasi.

Ke empat proses ini akan didampingi atau difasilitasi oleh pendamping atau fasilitator yang dapat berasal dari kader maupun tenaga kesehatan seperti pengelola gizi, bidan atau perawat.

“Terakhir saya mengajak semua pihak untuk bekerjasama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizi 1000 HPK. saya percaya dengan upaya yang maksimal salah satunya melalui pendekatan keluarga akan mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Muara enim

Komentar