10 Nov 2025 18:45

Pertamina Diminta Segera Evaluasi Distribusi Solar Subsidi di Sumsel

Pertamina Diminta Segera Evaluasi Distribusi Solar Subsidi di Sumsel

Kaganga.com PALEMBANG — Antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Selatan kembali menjadi sorotan. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat terganggu dan menimbulkan kemacetan di berbagai titik, terutama di kawasan padat lalu lintas.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, meminta Pertamina segera melakukan pembenahan terhadap sistem distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis solar. Ia menilai persoalan ini bukan sekadar masalah teknis, tetapi sudah menyentuh kepentingan publik dan aspek kemanusiaan.

“Pertamina harus segera mencari solusi agar antrean kendaraan tidak terus terjadi. Jangan sampai masyarakat yang akhirnya dirugikan karena distribusi yang tidak merata,” tegas Deru, Senin (10/11/2025).

Deru mengatakan, antrean panjang di SPBU menyebabkan banyak dampak negatif. Selain membuat arus lalu lintas tersendat, juga menghambat kegiatan ekonomi di sekitar lokasi SPBU. Banyak pelaku usaha kecil di sekitar lokasi yang mengeluh karena akses jalan tertutup oleh antrean kendaraan besar, terutama truk dan angkutan umum.

“Satu antrean panjang bisa membuat usaha kecil di sekitar SPBU lumpuh sementara. Belum lagi warga yang mau beraktivitas jadi terhalang. Kalau ini dibiarkan terus, efeknya akan semakin luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, persoalan distribusi solar bersubsidi harus ditangani dengan pendekatan lintas sektor. Deru meminta Pertamina bekerja sama dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan untuk mengatur pola distribusi yang lebih efisien serta mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Saya sudah memanggil pihak Pertamina seminggu lalu. Saya minta mereka tidak berpikir secara ego sektoral. Kalau memang ada pembatasan subsidi, silakan, tapi jangan sampai menimbulkan kesulitan baru bagi masyarakat,” katanya.

Deru juga mempertanyakan mengapa persoalan antrean panjang baru terjadi saat ini, padahal keberadaan SPBU di Sumsel sudah ada sejak lama. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketidaksiapan dalam sistem distribusi atau pengawasan di lapangan.

“SPBU bukan barang baru di Sumsel. Tapi baru sekarang terjadi antrean sepanjang ini. Artinya ada yang tidak beres dalam sistem yang sedang berjalan,” ungkapnya.

Ia berharap Pertamina segera mengambil langkah cepat agar situasi serupa tidak kembali terjadi. “Kasihan masyarakat, mereka yang jadi korban. Ini bukan hanya soal bahan bakar, tapi soal kemanusiaan dan keberlangsungan ekonomi rakyat,” tutupnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Elly

Tag : Pemprov Sumsel Pertamina

Komentar