10 Jul 2020 15:00

Program 100 Hari Kerja Lurah Sukadana, Pelayanan Masyarakat Dimulai dari RT

Program 100 Hari Kerja Lurah Sukadana, Pelayanan Masyarakat Dimulai dari RT

Kaganga.com, Ogan Komering Ilir - Sejak dilantiknya sebagai Lurah, Kelurahan Sukadana Kecamatan Kota Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Fahrurozi mulai menyusun langkah strategis dengan membuat program 100 hari kerja untuk memaksimalkan fungsi pelayanan pemerintah kelurahan. 

Langkah pertama yang dilakukan adalah, dengan melakukan konsolidasi organisasi seperti, perangkat kelurahan mulai dari pengurus RT, RW, Perangkat Adat, PKK, termasuk para Hansip. 

“Jadi sekarang saya mulai menerapkan model pelayanan dimulai dari RT, seperti jika ada warga yang ingin mendapatkan pelayanan administrasi kependudukan, maka harus sepengetahuan RT,” katanya saat disambangi," jumat (10/07/2020). 

Menurutnya, tujuan tersebut agar RT setempat bisa mengetahui bahwa ada warganya yang membutuhkan pelayanan, sekaligus juga upaya untuk menertibkan administrasi. 

“Contohnya jika ada warga yang membuat surat keterangan domisili, maka harus ada pengantar dari RT. Kalau ternyata pemohon sudah terlanjur kekantor lurah, maka nanti RT nya yang akan kita panggil kekantor, jadi bukan untuk menghambat, tetapi  agar  pengurus RT berfungsi,” katanya. 

Fahrurozi menjelaskan, jika nanti warga sudah terbiasa dengan hal tersebut maka pelayanan bisa lebih cepat dan administrasi kependudukan bisa lebih tertib, karena memang diketahui pemerintah setempat.  “Jika ada hajatan, syukuran atau kegiatan lain di wilayah RT masing-masing maka hansip yang bertugas di RT juga ikut dilibatkan,” katanya. 

Saat ini sambungnya, para hansip di kelurahan dibuatkan jadwal piket sebulan dua sekali  untuk bertugas di kantor lurah, sehingga ini juga dapat membantu tugas-tugas lainnya yang ada di kelurahan. 

“Point' pentingnya silaturahmi dan penguatan serta konsolidasi. Selama ini hansip, linmas tidak terkoordinir dengan baik, hanya jika pada saat diperlukan saja, sehingga satu sama lainnya kurang terjalin komunikasi,” ujarnya. 

Selain itu, program lain adalah penguatan fungsi PKK kelurahan yang perlu dimaksimalkan dan dicarikan terobosan. PKK yang di ketuai oleh Ibu Lurah  ini bukan hanya sebagai pelengkap dalam struktur pemerintahan saja, tetapi fungsi dan tujuannya agar betul-betul dapat dirasakan oleh masyarakat. 

“Jadi sekarang saya sudah menyiapkan tempat khusus sebagai sekretariat PKK, sebab jika cuma di Kantor Lurah tempatnya terbatas, jadi saya siapkan tempat khusus,” katanya. 

Disekretariat ini nantinya akan ada kegiatan setiap hari kerajinan masyarakat seperti menjahit, maupun pembuatan makanan yang diharapkan mampu membantu ekonomi masyarakat. 

“Sekretariatnya sudah siap dan cukup luas, hanya saja memang masih ada kekurangan sarana dan prasarananya. Tapi itu tidak jadi masalah dan akan kita upayakan bertahab, untuk itu jika nanti ada pihak yang dapat membantu atau paling tidak ada solusinya, tentu kita akan senang,” tukasnya. 

Terkait dengan masyarakat penerima bantuan dari pemerintah seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Rastra maupun sejenisnya, hal ini dilakukan secara terbuka dan transparan. Jadi koordinasi dengan para pendamping program sangat penting, agar program ini tepat sasaran.

Seperti  penerima bantuan PKH, juga telah dipantau langsung oleh Lurah dengan mengikuti rapat bulanan bersama pendamping PKH.

Tujuannya,  agar Lurah bisa tahu para penerima bantuan serta dapat dicroscek tentang apa-apa bantuan yang  diberikan oleh pemerintah pusat melalui PKH. 

“Kemarin kami dari kelurahan bersama dengan penerima PKH melakukan pertemuan, di situ kami bisa tahu siapa saja yang menerima dan apa saja permasalahan yang sering terjadi, sebab penerima program ini adalah warga saya, masak saya tidak tahu,” jelasnya. 

Sementara untuk pelayanan kesehatan, secara rutin digelar kegiatan pos yandu, pelayanan imunisasi yang bekerja sama dengan bidan kelurahan dan Puskesmas Celikah. 

“Melalui fungsi posyandu pemerintah kelurahan bisa tau dengan kondisi tumbuh kembang anak serta kesehatannya bisa terpantau setiap bulan, sehingga dapat mencegah terjadinya stunting/gizi buruk. Alhamdulilah Kelurahan Sukadana sekarang ada posyandu, PAUD dalam satu atap,” ungkapnya. 

Lanjutnya, upaya deteksi dini agar program kesehatan dapat berjalan dengan baik serta di posyandu juga ada pelayanan pengobatan serta penyuluhan KB.

Kedepannya mengharapkan, agar dapat dibentuk BKB.(Bina Keluarga Balita), BKR (Bina Keluarga Remaja) dan BKL (Bina Keluarga Lansia), agar terciptanya posyandu yang terintegrasi. 

“Kami sudah  memanggil PLKB yang bertugas di wilayah Kelurahan Sukadana agar membentuk kader BKB, BKR, BKL. Alhamdulilah, DPPKB Kabupaten OKI melalui KUPT KB Kecamatan Kayuagung mengapresiasi hal tersebut. 

Lebih lanjut Fahrurozi menambahkan, masih banyak langkah-langkah yang akan dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat akan semakin baik, sesuai dengan motto, Kerja Kerja Kerja. Mari bersama membangun Kelurahan Sukadana menjadi lebih baik lagi.  Namun demikian, hal tersebut butuh dukungan dan dorongan dari semua stake holder yang ada. 

“Untuk saat ini saya fokus pada pembenahan, dalam program 100 hari kerja. Jika ada yang kurang berfungsi akan kita maksimalkan, oleh karena itu saya butuh dukungan dari seluruh masyarakat,” tandasnya.

Penulis : Wahid Aryanto
Editor : Achmad Fadhil

Tag : OKI Sumsel

Komentar