15 Mei 2019 17:25

Program KotaKu Masih Jadi Andalan Pemkot Bereskan Wilayah Kumuh di Palembang 

Program KotaKu Masih Jadi Andalan Pemkot Bereskan Wilayah Kumuh di Palembang 

Kaganga.com, Palembang - Program Kota tanpa Kumuh (KotaKu) yang diterapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus dijalankan hingga saat ini. Percepatan penanganan kawasan kumuh di Kota Palembang terus dilakukan.  

Hal tersebut dilihat di tahun ini, terdapat  48 kelurahan yang mendapat bantuan dari Program Kota tanpa Kumuh (KotaKu) senilai Rp 68 miliar.  Hal ini diungkapkan Wali Kota Palembang, Harnojoyo, saat diwawancarai Kaganga Com seusai mendatangi rapat Paripurna DPRD, Rabu (15/5/2019). 

Harnojoyo mengatakan, program KotaKu merupakan upaya dalam mengawal program nasional yakni 100 0 100 (100 persen air beraih, 0 kumuh 100 persen sanitasi).  Ia mengatakan pihakya telah berkoordinir dengan Balai Besar Prasarana Permukiman yang akan siap membantu 300 hektare.  "Tapi, kita minta kepada Balai  jangan wilayah secara hektare, namun fokus pada wilayah kelurahan yang kita nilai kumuh," ujarnya. 

Selain itu, Harnojoyo mengatakan air bersih PDAM ditarget 2024 mampu melayani 100 persen warga.  "Alhamdulillah sudah 80 persen lebih distribusi air bersih mengalir untuk warga Kota Palembang," jelasnya. 

Sementara Kepala Balai Besar Prasarana Permukiman Wilayah Sumsel, Ahmad Irman Kusuma, membenarkan adanya program Pemkot tersebut. Ia mengatakan hal tersebut sesuai target nasional percepatan program 100 0 100 adalah pada 2030.  Ia berharap, penyediaan air bersih pada 2024 dapat mencapai 80 persen, kumuh 50 persen dan akses sanitasi 85 persen. 

Ahmad Irman menerangkan pencapaian khusus di Palembang untuk air bersih sudah 88 persen, tetapi untuk penanganan kawasan kumuh yang masih menjadi kendala.  Dirinya juga mengakui adanya kendala dalam menangani kawasan kumuh di Kota Palembang.  "Karena pada 2018 lalu baru 277 hektare atau 18 persen saja yang ditangani di Kota Palembang. Sedangkan target kita di 2024 itu tuntas dari 1200 hektare setengahnya, masih tertinggal 700 hektar lagi. Ini yang kita kejar," jelasnya. 

Adapun akses sanitasi layak di Palembang baru mencapai 70 persen, dari target 80 persen tahun 2024.  Karena itu, Balai akan membantu dengan merealisasikan pembangunan IPAL tahun ini. 

Adapun tahun 2020 yang menjadi fokus di dua titik, yakni di Tuan Kentang yang disiapkan Rp4 miliar dan di Sekanak 26 Ilir Rp7 miliar.  "Kita berharap penanganan kawasan kumuh tidak hanya bersifat spot dan flag tetapi secara komprehensif dan signifikan, sehingga penanganan untuk tujuh indikator dapat direalisasikan," ujar Irman pula. 

Untuk itu, pihaknya tengah mempersiapkan DED secara detil dan jika tidak ada halangan September mendatang sudah lelang.  "Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala, tahun ini juga kita percepat penanganan kawasan kumuh di 48 kelurahan di Palembang," tandasnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Pemkot Palembang Palembang Emas

Komentar