10 Jan 2019 22:15

Shuttle Bus Gratis Dan Tiga Kantong Parkir Di Sudirman Tidak Digunakan

Shuttle Bus Gratis Dan Tiga Kantong Parkir Di Sudirman Tidak Digunakan

Kaganga.com, Palembang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palembang mencatat per hari ada sekitar 8000 mobil yang melintas di kawasan jalan Jendral Sudirman, itulah yang menjadi alasan pemerintah pusat melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, kembali menerapkan larangan parkir di kawasan Sudirman.

Hal tersebut yang mengharuskan Dishub Kota Palembang memberlakukan larangan parkir, karena berdasarkan Undang-undang (UU) No. 22 Tahun 2009 Pasal 43 tentang dilarang parkir di badan jalan utama, kawasan Sudirman adalah salah satu jalur utama yang harus bersih dari parkir di badan jalan.

"Sebenarnya larangan parkir ini sudah ada sejak lama, tapi kita masih mentolerirnya melalui Perwali sementara. Sekarang pemerintah pusat minta kami kembali menerapkan aturan UU tersebut, dimana tidak ada kendaraan yang parkir di badan jalan, salah satunya di kawasan Sudirman," terang Kepala Dishub Kota Palembang, Kurniawan kepada Kaganga.com.

Kurniawan juga mengatakan, selain karena adanya UU tersebut, larangan parkir juga diterapkan di kawasan Sudirman, karena banyaknya keluhan masyarakat terhadap kondisi parkir di kawasan Sudirman saat itu, yang mengganggu pengguna jalan.

"Harus dilihat juga, lebih banyak masyarakat yang mengeluh karena parkir buat macet, atau masyarakat yang lebih suka parkir kembali dibebaskan di badan jalan kawasan Sudirman," imbuhnya.

Kurniawan menambahkan larangan parkir yang dilakukan juga sudah melalui tahapan uji coba dan kajian yang melibatkan praktisi atau akademisi dan forum lalu lintas yang berisikan perwakilan masyarakat.

Hasil dari uji coba yang dimulai sebelum Asian Games, hasilnya negatif parkir diteruskan atas permintaan masyarakat. Karena lebih banyak masyarakat yang nyaman dengan kondisi tanpa ada kendaraan yang parkir di badan jalan kawasan Sudirman.

"Kami sudah ada kajian lebih lebih dulu, dan kami juga sudah sediakan solusi, seperti ditambahnya kantong parkir di eks Cineplax dan Masjid Agung. Jadi total kantong parkir untuk sisi kiri barisan pasar Cinde, ada tiga kantong parkir dan sisi kanan masyarakat bisa parkir di Jalan Kolonel Atmo," ungkapnya.

Usai uji coba juga, Pemkot Palembang juga memberikan solusi lain berupa disediakannya Shuttle Bus gratis dua unit, bagi yang ingin berbelanja di kawasan Sudirman, tapi sayang bus tidak digunakan masyarakat.

Selain itu, untuk pemilik toko juga disediakan tarif parkir khusus yakni Rp2000 untuk seharian. Tetapi pemilik toko banyak yang tidak mau dengan alasan jauh.

"Kami pernah sediakan Shuttle Bus, tapi lebih banyak kosong. Padahal bus aecara gratis melayani masyarakat yang akan ke Kantor Walikota, kawasan Sudirman, sampai Lapangan Hatta, itu kami hentikan karena lebih banyak kosong. Tapi itu akan kami sediakan lagi jika masyarakat menginginkannya," ulasnya.

Jadi, pihaknya tidak akan mengikuti keinginan sekelompok orang yang mengatasnamakan pemilik toko atau pengguna toko untuk kembali membuka izin parkir di sepanjang jalan tersebut. Ke depan juga pihaknya akan tegas menindak pelanggar-pelanggar parkir dan ia meminta kepada masyarakat untuk mendukung peraturan demi ketertiban lalulintas.

"Kita mengimbau kepada masyarakat agar dapat melapor jika ada oknum yang menyalahi aturan dan kita tidak segan-segan untuk menindaktegas," tandasnya.

Penulis : Nandoenk
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Sudirman Palembang Parkir

Komentar