23 Apr 2019 18:05

Sumsel Ingin Naikan Indeks Demokrasi Indonesia

Sumsel Ingin Naikan Indeks Demokrasi Indonesia

Kaganga.com, Palembang - Melihat fluktuatifnya kinerja Demokrasi Provinsi Sumsel pada kurun waktu 2009-2017, diperlukan langkah konkrit untuk membangun kehidupan berdemokrasi yang stabil dan lebih baik di tengah-tengah masyarakat, khususnya dalam menjamin peran lembaga demokrasi dan hak-hak politik rakyat Sumsel.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Sumsel berupaya untuk menaikan nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Sumsel agar nilai IDI juga ikut naik.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel H Nasrun Umar mengatakan penyusunan Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) merupakan indeks komposit yang terdiri dari 3 (tiga) aspek yakni Aspek Kebebasan Sipil (Civil Liberties), Aspek Hak-Hak Politik (Political Rights) dan Aspek Lembaga Demokrasi (Institutions of Democracy).

"Salah satu cara yang digunakan Badan Pusat Statistik (BPD) Provinsi Sumsel untuk mendapatkan data dan informasi tentang kinerja demokrasi yang meliputi Aspek Kebebasan Sipil, Aspek Hak-Hak Politik dan Aspek Lembaga Demokrasi adalah melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD)," jelas Nasrun saat membuka secara resmi kegiatan Focus Group Discussion Indeks Demokrasi Indonesia (FGD IDI) 2018 TA 2019 Provinsi Sumsel, di Hotel Horison Ultima Palembang, Selasa (23/4).

Lanjut Nasrun, Sumsel pernah mencapai tingkat tertinggi IDI di tahun 2016 dengan nilai 80,95. Sedangkan untuk tahu 2017 angka ini menurun sebanyak 6,91 menjadi 74,04.

"Meskipun begitu pointnya masih di atas rata - rata Nasional yakni 72,11. Akan tetapi kita akan tetap berusaha seperti adanya trobosan agar IDI Sumsel bisa naik kembali. Tujuan kita harus naik setinggi tingginya, karena ini menjadi gambaran demokrasi di Sumsel itu sudah baik," harap Nasrun.

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel IR. Endang Sri Wahyuningsih.M.M menjelaskan, ada 28 indikator yang menjadi nilai penting dari proses penilaian IDI.

"Aspek Kebebasan Sipil, Aspek Hak-Hak Politik dan Aspek Lembaga Demokrasi ketiga ini menjasi aspek penting dalam penilaian IDI," terang Endang.

Menurutnya, media juga berperan dalam penilaian IDI, dengan adanya pemberitaan oleh media. Bisa menunjukan bukti bawah di Sumsel benar terjadi adanya kebebasan politik, Hak-hak Politik ataupun kelembagaan Demokrasi.

"Seriap Pemberitaan yang berhubungan dengan 28 indikator ini menjadi bukti kita. Nanti buktinya kita Kliping dan dikirimkan ke pusat, oleh karena itu peran media juga sangat penting. jika tidak ada media, kita tidak akan ada bukti," tukasnya.

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Demokrasi

Komentar