18 Feb 2021 16:35

Wagub Jelaskan Penyebab Angka Kemiskinan Sumsel Naik

Wagub Jelaskan Penyebab Angka Kemiskinan Sumsel Naik

Kaganga.com, Palembang - Menurut Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan (Sumsel), Provinsi Sumsel mengalami kenaikan angka kemiskinan. angka kemiskinan ini naik dibanding September 2019, atau sebelum pandemi, yang sebesar 12,56 persen. Hal ini juga menjadikan Provinsi ini menduduki peringkat ke 10 termiskin di Indonesia dan peringkat ke 3 di Pulau Sumatra.

Terjadinya kenaikan angka kemiskinan di Provinsi Sumsel besar disebabkan oleh Pandemi Covid-19. Aktifitas yang di batasi guna membatasi penyebaran Virus ini menjadikan pergerakan aktifikas perekonomian juga ikut terganggu. 

"Kemiskinan Sumsel seperti yang saya sampaikan, ini salah satu faktornya adalah protokol kesehatan yang menghambat kegiatan ekonomi masyarakat. Semuanya dibatasi jadi untuk meningkatkan kembali masyarakat mesti mulai aktivitas seperti biasa lagi, " kata Mawardi ketika dijumpai usai membuka Silaturahmi Ormas, Kamis (17/2/2021). 

Menurut Mawardi mengembalikan gairah Ekonomi di Sumsel akan juga berperan untuk menurunkan tingkat kemiskinan. 

"Memang cara utama mengembelikanya dengan membebaskan aktifitas masyarakat. Tapi tentu kita juga khawatir akan penyebaran Covid-19. Ekonomi bisa bangkit kalau masyarakat leluasa beraktivitas," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sumsel Timbul P Silitonga mengatakan kenaikan angka kemiskinan itu setara dengan 52.490 orang yang masuk kategori miskin

“Jadi jumlah penduduk miskin di Sumsel pada periode September 2020 sebanyak 1,11 juta jiwa. Penambahan ini salah satunya karena dampak Covid-19,” singkatnya saat di hubungi. 

"Menurut catatan kami pada September 2020 angka kemiskinan Sumsel mendekati 13 persen yakni 12,98 persen. Hal ini sebabkan Pandemi Covid-19 yang membuat roda ekonomi terhambat selama beberapa bulan," tambahnya. 

Penulis : Reza Mardiansyah
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Pemprov Sumsel

Komentar