10 Apr 2017 13:10 | 58

10 SMA di Muara Enim Ujian Nasional Secara Manual

10 SMA di Muara Enim Ujian Nasional Secara Manual

Kaganga.com, Muara Enim - Meski saat ini Kementrian Pendidikan sudah mengharuskan untuk tiap tiap sekolah melakukan Ujian Nasional Berbasis Komputer, sayangnya masih ada sekolah yang masih melaksanakan ujian secara manual.

Pada pelaksanaan ujian nasional tingkat SMA/MA sederajat yang mulai digelar, Senin (10/4). Di kabupaten Muara Enim peserta ujian nasional sebanyak 7.948 siswa. Dari total 26 SMA yang mengikuti ujian nasional, masih terdapat 10 SMA yang menggelar ujian secara manual menggunakan kertas dan pensil. Sedangkan 16 SMA sudah ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Muara Enim, H Darmadi SPd MSi, menjelaskan ke 10 SMA yang masih menggelar ujian nasional kertas pensil lantaran keterbatasan perlengkapan komputer hingga terkendala jaringan listrik serta internet.

“SMA yang masih ujian nasional kertas pensil antara lain, SMA Semende Darat Ulu (SDU, SMA Semende Darat Laut (SDL), SMA Negeri 1 Ujan Mas, SMA Negeri 1 Gunung Megang, SMA Belimbing, Rambang Dangku 1, SMA Rambang Dangku 2, SMA Rambang, SMA Lubai, dan SMA Muhammadiyah Kuripan,” jelas Darmadi.

Pada 2017 ini, tambahnya, di Bumi Serasan Sekundang terdapat dua SMA belum menggelar ujian nasional, karena baru dibuka sehingga belum memiliki siswa kelas XII. Kedua sekolah itu adalah SMA Negeri 3 Muara Enim dan SMA Muara Belida.

Adapun mata pelajaran yang diujikan ialah bahasa Indonesia, bahasa Inggris dan Matematika. Khusus jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) mata pelajaran pilihan terdapat Biologi, Fisika dan Kimia. Sedangkan untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah Ekonomi, Sosiologi serta Geografi.

Di sisi lain, khusus SMA Negeri 1 Unggulan Muara Enim, siswa yang ikut ujian nasional berjumlah 218 siswa. Pada 2017 ini menjadi tahun kedua mereka menggelar UNBK.

“Tahun ini persiapan UNBK lebih matang karena sudah mendapat pengalaman tahun lalu. Di mana untuk mengantisipasi terjadinya listrik padam kita menyiapkan genset. Sedangkan untuk antisipasi internet ngadat kita siapkan modem,” urainya.

Dengan menggelar UNBK, sebut dia, lebih hemat biaya, integritas hasil ujian terjamin dan lebih praktis. “Dengan UNBK juga akan mencegah kecurangan dan tidak ada kebocoran soal sebab soal ujian diisi secara online,” ucapnya.

Ia mengimbau, selama pelaksanaan UNBK empat hari ke depan, agar siswa-siswinya menjaga kesehatan, dan tetap rajin belajar. “Walaupun tidak menentukan kelulusan, nilai ujian nasional akan menentukan masa depan siswa. Karena bisa jadi nilai ujian menjadi standar tertentu untuk ikut seleksi masuk perguruan tinggi atau saat mengikuti tes bekerja,” pungkasnya.

Penulis : LPM IV

Tag : Muara Enim UN

Komentar