22 Des 2017 16:10

2018, Satu SMK Dipastikan Belum UNBK

2018, Satu SMK Dipastikan Belum UNBK

Kaganga.com, Muara Enim - Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumatera Selatan optimistis ujian nasional 2018 jenjang SMK di Kabupaten Muara Enim 100 persen sudah menerapkan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Drs Widodo MPd melalui Kepala Bidang SMK Dinas Pendidikan Sumsel, Dra Hj Erlina MM, mengatakan pada tahun 2017, dari 19 SMK di Bumi Serasan Sekundang, sebanyak 16 SMK menerapkan UNBK, dan 3 SMK masih ujian secara manual menggunakan kertas, dan pensil.

“Tahun lalu di Kabupaten Muara Enim ada 3 SMK yang tidak bisa UNBK. Yaitu SMK Rambang Dangku, SMK Lubai Ulu, dan SMK Semende Darat Laut (SDL). Namun tahun 2018 nanti, kita pastikan SMK di Muara Enim bisa UNBK semua,” ungkap Erlina, Jumat (22/12).

Secara keseluruan di Provinsi Sumsel, lanjut Erlina, tahun lalu 94 persen SMK dari total 252 SMK negeri dan swasta sudah menerapkan UNBK. 7 persen atau sebanyak 20 SMK termasuk 3 SMK di Muara Enim masih ujian manual.

“Namun untuk 2018 nanti, kita pastikan 99 koma sekian persen sudah menerapkan UNBK,” katanya.

Dari seluruh jenjang SMK yang ada di Sumsel, hanya 1 SMK yang dipastikan belum bisa menerapkan UNBK. “Yang belum bisa melaksanakan UNBK itu adalah SMK Negeri 3 Lahat di Tanjung Sakti. Letak geografisnya yang sangat jauh membuat daerah ini kesulitan mendapatkan sinyal,” urainya.

Kalaupun ingin meminjam fasilitas sekolah lain yang sudah dilengkapi perangkat UNBK, dia menyebut hal ini sangat berisiko. “Muridnya banyak, jadi kalau mau pergi ke Kota Lahat untuk UNBK, berisiko tinggi. Karena mereka harus menginap, sehingga secara psikologi, mental anak sudah down,” kata dia lagi.

Terkait kendala dalam penerapan UNBK, Erlina mengakui pasti ada, terutama kendala sinyal. Akan tetapi, lanjut dia, persiapan sekolah untuk melaksanakan UNBK sudah dari lama. “Semangat sekolah agar siswanya bisa melaksanakan UNBK sangat tinggi. Seperti di OKU Selatan, tahun lalu belum bisa UNBK karena sinyal, namun mereka berupaya semaksimal mungkin. Mereka mendirikan tower kerja sama dengan provider,” tambahnya.

Dalam pengadaan sarana prasarana untuk UNBK hampir dipastikan tidak ada masalah. “Karena Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah selalu suplai (sarana prasarana UNBK, red). Jikapun sarana prasarananya belum mendukung, sekolah bisa pinjam fasilitas sekolah lain yang lokasinya paling dekat. Seperti SMK pinjam fasilitas SMA, atau sebaliknya. Karena memang jadwal UNBK SMA, SMK maupun SMP berbeda,” tutur dia.

Sementara itu, untuk jenjang SMA dirinya mengatakan penerapan UNBK tahun depan ditarget 80 persen. “Kalau tahun 2017, SMA yang melaksanakan UNBK sudah 55 persen. Untuk tahun depan, saya kurang tahu pasti. Namun ditarget 80 persen,” pungkasnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pendidikan UNBK Muara ENim

Komentar