6 Nov 2019 14:20

BPK RI Sudah Terapkan Sistem Aplikasi SIPTL dan SIPLK di Universitas Palembang

BPK RI Sudah Terapkan Sistem Aplikasi SIPTL dan SIPLK di Universitas Palembang

Kaganga.com,Palembang - Society 5.0 adalah sebuah konsep yang berfokus pada peran manusia sebagai sumber daya dalam era digital 4.0. Perkembangan Society 5.0 mengandalkan big data yang terbentuk dari sensor yang terhubung melalui intemel of things (loT) yang di analisis menggunakan kecerdasan buatan sehingga nantinya akan mampu dimanfaatkan untuk mensejahterakan masyarakat. 

Society 5.0 menjadi perantara bagi ruang maya dan ruang fisik dimana segala kegiatan industri walaupun berbasis pada kecerdasan buatan tetapi tetap berfokus kepada manusia sebagai sebagai sumber daya. Society 5.0 merupakan jawaban atas berbagai tantangan yang timbul di era revolusi industri 4.0 dimana manusia sebagai pusal peradaban yang berbasis tekhnologi.  

Dalam masyarakat saat ini,kekhawatiran utama terjadinya kesenjangan yang muncul dalam produk dan layanan yang duenma setiap individu dikarenakan kesenjangan kemampuan atau skill individu tersebut dalam data dan teknologi. Pemerintah SumSel harus lebih membuka kesempatan namun juga menjadi tantangan berat apabila sumber daya manusia Jika tidak dlpcrsiapkan dengan matang dalam menghadapi era Society 5.0  

Era society 5.0 ini akan menambahkan pekerjaan rumah yang cukup berat bagi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya sebagai salah satu wadah untuk membekali sumber daya manusia terdidik dengan keterampilan yang tidak hanya mampu keterampilan bertahan hidup tapi juga keterampilan berpikir kritis, konstruktif,dan inovatif. 

Ketua Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republik Indonesia (RI), Agung Firman Sampurna menyatakan bahwa dalam praktek pemeriksaan dan audit keungan di era Society 5.0, sudah berkembang dengan fitur sistem aplikasi yang mempermudah prosesnya. 

Apalagi pemeriksaan serta audit terhadap anggara negara tidak saja dilakukan dalam satu kali review development. Melainkan butuh waktu bertahap. Yakni dari menentukan sample kemudian perencanaan hingga laporan pekejaan. 

"Kami hanya diberi waktu 60 hari, dan kini kemajuan teknologi membantu proses kerja kita dengan cara kerja (Customs-Excise Information System and Automation) CEISA yang di aplikasikan dalam jaringan IT," katanya Rabu (06/11/2019). 

Dalam wewenang memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang melibatkan banyak organisasi. BPK RI sudah menerapkan sistem aplikasi SIPTL (Sistem Informasi Pemantauan Tindak Lanjut) dan SIPLK (Sistem Informasi Pemeriksaam Laporan Keungan). 

Dengan standar keamanan terjamin, fitur tersebut selaras dengan tujuan BPK yakni tidak hanya mengikuti teknologi tetapi membangun harmoni. Membuat BPK tetap bisa bekerja dengan sehat. 

"Maksudnya begini, organisasi yang ditangani cukup banyak. Contoh saja di tahun 2008 ada temuan pemeriksaan dari laporan pemerintah pusat sebesar 723 T, sementara tahun ini anggaranya naik 2200 T dari seluruh temuan, sistem aplikasi sangat dibutuhkan untuk menunjang pekerjaan menjadi lebih komplex," jelasnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Achmad Fadhil

Tag : Pendidikan

Komentar