11 Jan 2018 21:35 | 67

Budayakan Permainan Tradisional

Budayakan Permainan Tradisional

Kaganga.com, Muara Enim - Di era tahun 1970 hingga 1990-an, anak-anak belum mengenal permainan modern, seperti Playstation (PS), online game, internet maupun komputer. Anak-anak juga di tahun itu belum mengenal ponsel, apalagi smarthpone. Televisi juga masih hitam putih, sehingga ketika itu anak-anak bisa bermain bebas di luar bersama teman-teman, dan bisa berinteraksi satu sama lainnya.

Anak-anak saat itu cuma mengenal permainan engklek, lompat tali, gasing, bermain kelereng, dan sejumlah permainan tradisional lainnya. Namun mereka bahagia.
Sebagai salah satu warisan nenek moyang, dan bisa menjadi identitas bangsa. Sudah seharusnya permainan tradisional tersebut kembali dibudayakan. Terlebih, permainan tradisional itu bukan sekedar permainan, melainkan turut mengajarkan anak-anak bersikap sportif, saling menghargai, kerja sama hingga bertanggung jawab.
Untuk kembali membangkitkan permainan tradisional di zaman yang semakin berkembang dan teknologi yang semakin canggih, sehingga tidak luntur. Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Muara Enim mengajak para siswa-siswinya untuk memainkan permainan tradisional sebelum kegiatan belajar Penjaskes (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan)dilaksanakan.
Seperti yang dilakukan kemarin (11/1), siswa kelas X dibagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota sekitar 5-6 siswa. Setiap kelompok ini harus memainkan permaianan tradisional yang dikuasai, dan setiap minggunya mereka akan tampil secara bergantian.
Kepala MAN 1 Muara Enim, Efi Almansyah SPd melalui Guru Penjaskes, Helmi mengatakan ide membudayakan permainan tradisional guna membangkitkan kembali kecintaan siswa terhadap permainan yang sudah ada sejak dulu. Menurutnya, saat ini anak-anak cenderung lebih suka bermain game online yang ada di HP maupun gadget mereka.
“Akibat perkembangan teknologi, anak-anak melupakan permainan tradisional. Oleh karena itu, kita adakan permainan tradisional di madrasah, supaya bagi siswa yang belum tahu, akan lebih mengetahui lebih banyak jenis-jenis permainan tradisional, dan tidak dilupakan” ujarnya.

Penulis : LPM IV
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Permainan Tradisiona

Komentar