31 Jan 2019 19:55

Dengan Sampah, Putra Sumsel Berhasil Taklukan Kongres Dunia

Dengan Sampah, Putra Sumsel Berhasil Taklukan Kongres Dunia

Kaganga.com,Palembang - putra daerah kembali diakui mancanegara lewat Masagus Haidir Tamimi, Mahasiswa yang kini menempuh Institut Pertanian Bogor (IPB). Putra asli wong kito ini berhasil terpilih menjadi satu-satunya delegasi Indonesia pada The 5th International Student Congress di International Balkan Univeristy, Skopje, Macedonia beberapa waktu lalu.

Haidir yang alumni SMAN 3 Palembang ini merupakan mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (Fateta) berhasil terpilih setelah abstraknya lolos seleksi dari sekitar 3000 abstrak yang masuk dan berhak mempresentasikan inovasinya berupa penanggulangan sampah sungai di Jakarta bersama 135 persentator dari 45 negara di kongres tersebut.

"Awalnya saya belajar Pengantar Ilmu Pertanian (PIP) saat masih PPKU atau tingkat satu di IPB. Tentunya sungai memiliki peran penting bagi pertanian dan juga isu kelautan dimana saya prihatin dan resah terhadap masalah sungai Jakarta yang dapat mencemari lautan, fokus saya ada di Pesisir Marunda, Jakarta Utara" ujar mahasiswa yang terkenal juga berkat inovasinya di bidang energi, yaitu Briket Kayu Gelam ini.

Maka itu, anak kedua dari lima bersaudara ini melakukan konsultasi bersama dosen PIP nya saat itu, yaitu Dr. Fedi Sondita yang merupakan ahli kelautan untuk melakukan penelitian. Esoknya, ia bersama rekannya Annas langsung melakukan observasi lapang dan wawancara di Jakarta Utara. Sehingga, inovasi yang diciptakan adalah JAPAS (Jaring Pemberantas Sampah) untuk menanggulangi sampah sungai Jakara yang sangat ramah lingkungan.

"Inovasi saya tentang lingkungan tersebut sangat applicable dan sangat diapresiasi oleh 134 peserta lain dari belahan dunia di kongres tersebut. Terlebih haidir saat persentasi saya memperkenalkan budaya daerah asal yaitu Sumatera Selatan berupa songket," jelasnya.

Haidir mengaku sempat terharu saat itu karena peserta bertepuk riuh saat dirinya maju ke podium. Hal tersebut terjadi karena Haidir yang dengan bangganya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di mata dunia.

"Saat ini saya tengah menyelesaikan masa studi sarjana dan dibiayai penuh oleh dua jenis beasiswa, yaitu Beasiswa Unggulan Kemendikbud untuk biaya kuliah dan Beasiswa Rumah Kepemimpinan untuk pembinaan dan pengembangan diri," katanya.

Putra dari pasangan Masagus Aminuddin dan Nyayu Beti ini memiliki harapan agar inovasinya dapat menjadi perhatian pemerintah terkhusus Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar dapat bermanfaat dalam menyelesaikan masalah yang ada. "Tak hanya di Jakarta, di daerah mana pun semoga bisa bermanfaat," harapnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Pendidikan Sampah

Komentar