9 Jan 2019 18:00

Disdik Sumsel Sambut Baik Wacana Kurikulum Bencana

Disdik Sumsel Sambut Baik Wacana Kurikulum Bencana

kaganga.com,Palembang - Di Awal tahun 2019 usai bencana alam yang menimpa Lampung dan Banten, bahkan terus menerus di kabarkan satu wilayah ke wilayah lainnya mendapatkan bencana alam, kabar terakhir kali ini bencana kembali terjadi di pulau jawa, Selasa kemarin (08/01/2019) diakibatkan gempa bumi.

Dengan adanya bencana tersebut tentu semakin mendorong adanya wacana kurikulum bencana yang diinstruksikan presiden Republik Indonesia, Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Rencana tersebut nyatanya disambut baik oleh berbagai pihak termasuk Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Selatan (Sumsel) dan salah satu pengamat pendidikan Provinsi (Sumsel). Sebelumnya, instruksi kurikulum kebencanaan yang diberikan presiden itu, bertujuan agar masyarakat Indonesia diberikan pengetahuan terkait bencana sehingga lebih sigap dalam melakukan pengetahuan sejak dini terkait kebencanaan serta cepat meminimalisir jumlah korban.

Kepala Dinas Disdik Sumsel, Widodo menjelaskan dalam pelajaran geografi sebetulnya sudah ada materi tentang karekteristik geologis Indonesia, materi tersebut dapat diperkaya dengan mengartikan berbagai kejadian bencana yang marak terjadi di Indonesia. Dan sebenarnya ide tersebut. Bisa sebagai pelajaran dalam teknologi mengatasi kebencanaan sebagai pilar penting untuk memberikan kewaspadaan terhadap masyarakat. Karena, tanpa teknologi yang dapat mendeteksi potensi bencana akan terjadi, maka pendidikan bencana akan terhambat.

"Seperti instruksi dari Presiden RI Jokowi, saya mendengar adanya perintah (memasukkan pendidikan kebencanaan ke kurikulum), setelah melakukan tinjauan langsung pada saat kejadian tsunami di Lampung akhir Desember 2018 lalu. Harapan saya ini adalah tantangan presiden kepada kita semua bagaimana proses belajar mengajar kita lebih hidup dan dikaitkan dengan kejadian-kejadian terhadap kita semua, termasuk yang siswa lihat di media massa."katanya.

Sementara, Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Muhammad Sirozi menilai ide memasukkan kurikulum bencana pada pelajar ini adalah salah satu yang menarik dan sangat poisitf. Karena hal tersebut, dapat memberikan pengetahuan sejak dini kepada masyarakat terkait tindakan cepat yang harus dilakukan saat terjadi bencana alam.

“Tapi idenya harus dipertimbangkan lagi apakah masuk di kurikulum belajar siswa atau dalam bentuk ekstrakulikuler. Tapi, saya nilai lebih tepat jika dimasukan dalam ekstrakulikuler saja,”tambah Sirozi yang juga selaku salah satu pengamat Pendidikan di Sumsel.

Menurutnya, sekarang kurikulum pendidikan di Indonesia sudah masuk kategori kurikulum terpadat di dunia. Jika kurikulum bencana ingin dijadikan kurikulum belajar, maka harus dipertimbangkan lagi dengan matang. “Kurikulum negara kita sudah padat bahkan Indonesia termasuk kurikulum yang paling banyak di dunia. Jadi jika pelajaran bencana ingin masuk kurikulum maka harus dipertimbangakan dengan baik,”jelas dia.

Meski mendapat tanggapan baik, wacana diadakannya kurikulum bencana dalam pelajaran anak sekolah tetap memiliki pro kontra di bidang pendidikan. Walau begitu, ide dan rencana Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia tetap harus dihargai dan ditindak lanjuti.

"Setidaknya beliau (Jokowi) berusaha memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia, agar banyaknya kasus bencana, terjadi tidak terus memakan korban lebih lagi. Tapi yang terpenting adalah kewaspadaan kita dan selalu meminta perlindunga Allah sang maha pencipta."tutupnya.

Penulis : Ines Alkourni
Editor : Riki Okta Putra

Tag : Kurikulum Bencana disdik Sumsel

Komentar