22 Jul 2019 14:00

Diwawancarai Usai Temui Komisi V DPRD Sumsel, Kepsek SMA TI Tak Banyak Komentar

Diwawancarai Usai Temui Komisi V DPRD Sumsel, Kepsek SMA TI Tak Banyak Komentar

Kaganga.com, Palembang - Kasus kekerasan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Taruna Indonesia Palembang yang telah menelan korban jiwa bernama Wiko Jeriyanda (16) telah banyak menarik perhatian masyarakat. Merespon kejadian tersebut, Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumsel telah memanggil Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang dan juga Tim Investigasi dan Evaluasi dari Dinas Pendidikan Sumsel, Senin (22/7/2019) pagi. 

Dalam wawancara dengan Kepala Sekolah SMA Taruna Indonesia Palembang, Tarmidzi Indrianto tidak banyak berkomentar. Ia mengaku bahwa pihak sekolah selalu melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan siswa di sekolah termasuk juga pengawasan pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). 

"Pengawasan tetap kita lakukan seperti bagaimana biasanya, semua kegiatan selama MPLS pun sudah dilakukan oleh ahlinya sesuai bidang masing-masing. Dalam pantauan kita hal yang dilakukan sudah baik awalnya. Dari tahun 2005 kita sudah dibantu oleh siswa dalam MPLS siswa baru yang sifatnya membantu kegiatan tersebut," kata Tarmidzi. 

Ditanya soal tes kesehatan untuk masuk ke SMA Taruna Indonesia Palembang, kata dia, tes kesehatan yang dilakukan hanya bersifat general dengan melihat postur tubuh siswa dan kesehatan luar.  "Sifat tes kesehatan kita tidak langsung secara mendalam, artinya kita hanya melihat postur siswa dengan dibantu orang-orang yang ahli dibidang itu," imbuhnya. 

Dirinya tidak ingin berkomentar ketika disinggung mengenai jumlah lulusan SMA Taruna Indonesia Palembang yang menjadi anggota militer.  "Saya rasa sudah cukup yah, untuk data lulusan kami yang masuk jadi anggota militer datanya ada disekolah," ujarnya singkat. 

Sementara itu, Kepala Bidang Sekolah Menengah Atas (Kabid SMA) Dinas Pendidikan Sumsel, Bonny Syafriyan mengatakan, tim investigasi dan tim evaluasi sudah mulai bekerja dan akan melaporkan hasil investigasi paling lambat hari Kamis (25/7/2019) nanti. 

"Kebetulan hari ini kita dipanggil Komisi V DPRD Sumsel bersama dengan Kepsek SMA Taruna Indonesia. Kita jelaskan sudah sejauh mana yang sudah kita lakukan, saat ini belum kita selesaikan investigasi kita. Nanti, setelah semuanya selesai akan kami laporkan ke Bapak Kadis dan langsung laporan ke Bapak Gubernur. Mudah-mudahan hari Kamis nanti sudah ada laporan finalnya," kata Bonny. 

Untuk rekomendasi penutupan sekolah, ia belum ingin mengambil kesimpulan terlalu cepat karena proses investigasi dan evaluasi masih berjalan.  "Bisa saja rekomendasi sampe penutupan, tapi kita belum ambil kesimpulan mana yang mungkin jadi rekomendasi pasti akan disampaikan langsung," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Fahlevi Maizano mengatakan pihaknya mendorong Dinas Pendidikan Sumael untuk melakukan investigasi dan evaluaai dengan baik dan melaporkan hasil tersebut secara terbuka. 

"Kita ingin masyarakat tahu apa permasalahan yang terjadi. Investigasi dan evaluasi ini juga kan bersifat menyeluruh, artinya akan diperiksa akreditasi sekolah itu, programnya berjalan dengan baik atau tidak. Kalau memang program yang berjalan menyalahi aturan, tentu harus ada tindakan yang harus dilakukan oleh Diknas," singkatnya 

Editor : Achmad Fadhil

Tag : SMA Taruna Indonesia

Komentar